BANDA ACEH – Partai Perjuangan Aceh (PPA) melalui Ketua Umum Prof. Adjunct Dr. Marniati, SE., M.Kes., kembali menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pemanfaatan Dana Abadi Pendidikan sebagai instrumen jaminan masa depan rakyat Aceh.
Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi anggota DPD RI asal Aceh, Hj. Darwati A. Gani, di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPA, Selasa (9/9/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, kedua tokoh perempuan Aceh ini menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan. Prof Marniati menegaskan bahwa Dana Abadi Pendidikan harus diarahkan untuk program nyata yang langsung menyentuh rakyat, seperti beasiswa bagi siswa miskin, peningkatan kualitas guru, dan pembangunan fasilitas pendidikan modern.
“Generasi Aceh harus dipersiapkan untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun global. Pendidikan adalah jalan utama menuju kemandirian,” tegasnya.
Selain isu pendidikan, Prof Marniati juga menekankan pentingnya kesadaran politik perempuan. Ia mengingatkan bahwa perempuan Aceh harus berani masuk ke panggung politik, bukan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk memperjuangkan kepentingan publik.
“Politik perempuan adalah tentang keberpihakan. Kita hadir bukan untuk jabatan, tapi untuk menyelesaikan masalah sosial, terutama yang terkait dengan anak, perempuan, dan lingkungan,” ujarnya.
Lebih jauh, Prof Marniati menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam politik sangat strategis. Menurutnya, banyak kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil karena minimnya representasi perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
“Jika perempuan ikut bersuara, maka isu-isu mendasar yang sering diabaikan akan mendapat perhatian. Kami ingin perempuan Aceh sadar, suara mereka penting untuk perubahan,” tambahnya.
PPA sendiri menilai Dana Abadi Pendidikan tidak boleh berhenti pada wacana, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang berpihak pada rakyat.
Dengan pemanfaatan yang tepat, dana ini diyakini mampu menjadi solusi atas kesenjangan pendidikan yang selama ini masih dirasakan oleh masyarakat Aceh.
“Dengan pendidikan yang kuat, kita bisa memutus rantai kemiskinan dan menciptakan generasi baru yang produktif,” kata Marniati.
Sementara itu, Hj. Darwati Agani menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah PPA. Sebagai anggota DPD RI yang duduk di Komite Keuangan, ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan regulasi yang memastikan Dana Abadi Pendidikan dan Dana Otsus benar-benar digunakan secara adil dan tepat sasaran.
“Ini bukan hanya soal anggaran, tapi soal masa depan generasi Aceh. Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus jadi prioritas utama,” tandasnya.
Pertemuan antara PPA dan Darwati Agani ini dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi politik perempuan Aceh. Dengan kepemimpinan Prof Marniati dan dukungan tokoh perempuan lainnya, PPA optimistis kesadaran kolektif ini akan menjadi kekuatan baru dalam memperjuangkan kebijakan yang adil, berpihak pada rakyat, serta menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan Aceh yang lebih maju dan bermartabat.











