Suryadi Djamil Minta Propam Usut Tuntas: Kok Preman Bisa Bebas Masuk Polda?

BERITA54 Dilihat

Banda Aceh— Tokoh Aceh Suryadi Djamil Kapolri untuk segera menangkap dalang utama di balik insiden pengoroyokan terhadap Haji Faisal di Markas Polda Metro Jaya. Ia juga meminta pengungkapan secara transparan rekaman CCTV mulai dari area parkiran, pintu masuk, lantai satu, hingga lantai dua guna mengidentifikasi pelaku utama yang terlibat, termasuk yang mengangkat kursi dan menaikkannya ke atas meja.

“Saya meminta Kapolri segera menangkap dalang utama pengoroyokan Haji Faisal. Ungkapkan semua, agar masyarakat tidak gelisah dan tidak bertanya-tanya lagi,” ujar Suryadi Djamil dalam pernyataannya, Kamis (2 April 2026).

Menurut Suryadi, seluruh rakyat Aceh sangat menghormati hukum dan menjunjung tinggi keadilan. Ia khawatir jika kasus ini tidak ditangani dengan tegas, akan muncul kesan diskriminasi terhadap masyarakat Aceh di mata seluruh rakyat Indonesia. “Kok bisa ada gerombolan preman masuk begitu bebas ke pusat nadi penegakan hukum? Ini sangat tidak masuk akal,” tegasnya.

Suryadi menilai insiden tersebut berpotensi melibatkan oknum yang sengaja membiarkan kejadian berlangsung seperti di lapangan terbuka. Ia mendesak agar Propam Polri segera turun tangan mengusut tuntas kasus ini hingga ke dalang utamanya.

“Kepolisian itu lahir dari rakyat, untuk rakyat. Jangan sampai gara-gara oknum, nama baik institusi hancur,” katanya.

Ia juga memperingatkan bahwa ini bukan kali pertama perantau Aceh di Jakarta mengalami perlakuan serupa. Jika dalang utama tidak segera diungkap dan ditangkap, kekhawatiran Suryadi, kemarahan masyarakat Aceh akan semakin memuncak dan berpotensi turun ke jalan menuntut keadilan.

“Rakyat Aceh merindukan keadilan. Kami sebagai warga negara wajib dilindungi. Kenapa kasus ini seolah dibiarkan?” tanyanya.

Suryadi Djamil pun meminta Mabes Polri mengambil alih penanganan kasus ini secara terbuka sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung komitmen kepolisian. “Biarkan Mabes Polri yang selesaikan. Tangkap pelaku utama dan proses sesuai hukum yang berlaku. Jangan biarkan kasus ini terus viral di media tanpa penyelesaian yang cepat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengusulkan agar DPR RI memanggil Kapolda Metro Jaya untuk dimintai pertanggungjawaban. “Kita sebagai bangsa besar, malu jika kasus ini berlarut-larut tanpa penyelesaian. Mari semua pihak mengawal ini,” ajak Suryadi.

Suryadi mengingatkan jasa besar masyarakat Aceh bagi Republik Indonesia sejak masa kemerdekaan. Mulai dari sumbangan dua pesawat, pengumpulan telur bebek, beras, hingga peran Radio Rimba Raya yang mendukung perjuangan kemerdekaan.

“Rakyat Aceh nasionalis, taat aturan hukum, dan punya andil besar bagi kemerdekaan Indonesia. Kami merasakan nikmatnya merah putih. Jangan sampai kepercayaan kami terhadap kepolisian yang kami banggakan bersama ini pudar,” ujarnya.

“Kami merindukan keadilan, bukan hanya di Aceh, tapi seluruh rakyat Indonesia. Jangan biarkan institusi Polri dikotori oleh preman atau oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Suryadi Djamil yakin Presiden Republik Indonesia hingga seluruh rakyat sudah mengetahui kasus ini.

“Tinggal kapan pelaku utamanya ditangkap. Kami harap semangat merah putih tidak memudar, rakyat Aceh tidak marah, dan kepercayaan kami tidak hilang,” pungkasnya.

Pihak Polda Metro Jaya dan Mabes Polri hingga berita ini diturunkan belum memberikan respons resmi terhadap desakan tersebut. Kasus pengoroyokan Haji Faisal di lingkungan Polda Metro Jaya sendiri telah menjadi perhatian publik nasional dalam beberapa hari terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *