Jubir KPA : Bantuan Bencana Diminta Tak Menumpuk di Gudang, Pengungsi Masih Bertahan di Tenda Darurat

BERITA225 Dilihat

 

Banda Aceh— Bantuan kemanusiaan untuk korban bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah terus berdatangan. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga donatur perorangan. Namun, di lapangan masih ditemukan persoalan serius, yakni lambannya distribusi bantuan dari sejumlah posko.

Di beberapa lokasi, bantuan dilaporkan menumpuk di gudang dan posko, sementara warga terdampak musibah banjir masih bertahan di tenda-tenda darurat dengan keterbatasan logistik dan kebutuhan dasar lainya.

Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Bang Jack Libya, meminta pihak yang mengendalikan posko bantuan agar segera mempercepat penyaluran. Ia menegaskan, bantuan tidak boleh berhenti di gudang saat korban bencana masih membutuhkan.

“Jangan sampai bantuan menggunung di posko, sementara masyarakat korban banjir tidak mendapatkan bantuan sebagaimana mestinya,” kata Bang Jack Libya, Kamis 25/12/2025.

Menurut Bang Jack kondisi para pengungsi sangat membutuhkan perhatian serius. Banyak masyarakat, termasuk anak-anak balita dan lansia, masih hidup dalam ketidakpastian di lokasi pengungsian.

Bang Jack juga mengingatkan seluruh pihak pengelola bantuan baik dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, maupun individu agar bertanggung jawab dan transparan dalam menyalurkan bantuan yang telah diterima.

“Ini harus menjadi catatan penting. Bantuan dari donatur adalah amanah dan harus segera sampai ke tangan korban,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa penanganan pengungsi tidak boleh setengah-setengah. “Pengungsi harus diperhatikan secara serius. Jangan sampai mereka dibiarkan menderita berkepanjangan,” pungkas Bang Jack Libya, yang juga dikenal sebagai ajudan almarhum Tgk Hasan Muhammad di Tiro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *