UUI Genap 12 Tahun, Dari Luka Tsunami ke Kampus Visioner! Siapkan Guru Besar, Rumah Sakit hingga Akademi Bola Internasional

BERITA25 Dilihat

BANDA ACEH — Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) merayakan Dies Natalis ke-12 dengan penuh semangat, haru, dan optimisme di Kampus UUI Banda Aceh, Senin (25/5/2026). Momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan panjang sebuah institusi pendidikan yang lahir dari luka besar tsunami Aceh dan kini tumbuh menjadi kampus visioner dengan ekspansi regional. Acara dihadiri jajaran Yayasan Ubudiyah, pimpinan universitas, mitra kerja sama nasional dan internasional, unsur Pemerintah Aceh, hingga pengurus Partai Perjuangan Aceh.

Sebelum puncak perayaan, UUI telah menggelar berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Mulai dari lomba memasak lintas negara Indonesia–Malaysia, jalan santai, lomba menyanyi, fashion show, donor darah, penanaman pohon, hingga seminar internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan. Tradisi ini menjadi bagian dari budaya akademik UUI yang mengedepankan kolaborasi, kreativitas, serta penguatan nilai sosial.

Dalam sambutannya, pihak Yayasan Ubudiyah mengenang kembali perjalanan berat yang pernah dilalui Aceh pascatsunami 21 tahun silam. Bencana dahsyat tersebut disebut menjadi titik terendah bagi banyak masyarakat Aceh, termasuk para pendiri yang kehilangan rumah, harta benda, hingga orang-orang tercinta. Namun dari reruntuhan dan kesedihan itulah, UUI lahir sebagai simbol harapan baru dan tekad untuk bangkit melalui pendidikan.

Kini, pada usia ke-12 tahun, UUI telah menunjukkan capaian akademik yang membanggakan. Kampus ini telah memiliki 14 program studi, dengan Program Studi Gizi berhasil meraih akreditasi Unggul, satu-satunya di Aceh. Selain itu, lima program studi lainnya juga tengah dipersiapkan menuju akreditasi Unggul, dengan target besar menjadikan UUI sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Aceh yang memperoleh akreditasi institusi Unggul.

Tidak berhenti di Aceh, UUI juga terus memperluas pengaruhnya di tingkat regional melalui pendirian Universitas Deztron Indonesia di Medan, yang kini telah memiliki 10 program studi dan sekitar 1.000 mahasiswa pada tahun keduanya. Langkah ini menunjukkan ambisi besar UUI untuk menjadi pusat pendidikan unggulan yang tidak hanya berpengaruh di Aceh, tetapi juga di Sumatera bahkan tingkat nasional.

Ke depan, Yayasan UUI telah menyiapkan sejumlah agenda strategis ambisius, mulai dari pembangunan rumah sakit modern di Sumatera Utara, pendirian Akademi Sepak Bola Internasional ASSIPA bekerja sama dengan Spanyol, pengembangan sekolah dasar hingga SMK Farmasi, hingga target melahirkan 15 guru besar dalam tiga tahun ke depan. Tak hanya itu, sebanyak 80 dosen ditargetkan meraih gelar doktor (S3) secara bertahap dalam enam tahun mendatang guna memperkuat kualitas akademik kampus.

Menutup perayaan, pimpinan Yayasan dan Rektor UUI menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh sivitas akademika atas dedikasi yang telah membawa kampus ini terus berkembang. Dies Natalis ke-12 UUI pun menjadi penegasan bahwa kampus tersebut tidak hanya sedang merayakan usia, tetapi juga mendeklarasikan tekad besar untuk melahirkan generasi unggul, berakhlak, dan siap membawa perubahan bagi Aceh serta Indonesia di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *