Satgas PRR Kemendagri Minta Lhokseumawe Percepat Realisasi Dana Pascabencana

BERITA13 Dilihat

LHOKSEUMAWE – Satuan Tugas Penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Pemerintah Kota Lhokseumawe mempercepat realisasi program dan anggaran penanganan pascabencana yang bersumber dari Transfer ke Daerah (TKD).

Permintaan tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi dan koordinasi penanganan pascabencana yang digelar Satgas PRR Aceh di Lhokseumawe, Rabu, 24 Juni 2026.

Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri, Imran, mengatakan rapat tersebut merupakan agenda rutin bulanan untuk mengevaluasi, mengoordinasikan, dan mengonsolidasikan berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

“Ini kegiatan rutin yang kami lakukan setiap bulan untuk mengevaluasi, mengoordinasikan, dan mengonsolidasikan berbagai upaya penanganan pascabencana di Aceh, khususnya yang hari ini dilaksanakan di Kota Lhokseumawe,” kata Imran.

Dalam kesempatan itu, Imran juga menyoroti perkembangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) yang kembali diberikan pemerintah pusat kepada wilayah terdampak bencana, termasuk Aceh. Menurutnya, pemerintah telah mengembalikan alokasi TKD dengan nilai minimal setara tahun 2025.

Ia menjelaskan, sebagian besar daerah penerima bantuan pascabencana telah menunjukkan progres yang baik dalam pelaksanaan program maupun penyerapan anggaran. Bahkan, sejumlah daerah yang memperoleh bantuan keuangan khusus dalam bentuk hibah, seperti di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, telah merealisasikan program hingga 100 persen.

Khusus untuk Kota Lhokseumawe, Imran menyebut realisasi penyaluran TKD hingga 17 Juni 2026 tercatat sebesar 55,47 persen. Namun berdasarkan perkembangan terbaru, angka tersebut telah meningkat menjadi 57 persen.

“Kita terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan realisasi TKD di Kota Lhokseumawe. Hingga saat ini realisasinya sudah mencapai 57 persen,” ujarnya.

Meski demikian, Satgas PRR menilai masih diperlukan percepatan agar target pelaksanaan program dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Imran berharap seluruh pihak terkait dapat memperkuat koordinasi dan mempercepat realisasi kegiatan yang telah direncanakan. Ia menargetkan capaian yang lebih signifikan saat kunjungan evaluasi berikutnya.

“Saya berharap ketika kembali berkunjung bulan depan, progres yang dicapai sudah jauh lebih baik dan menunjukkan hasil yang luar biasa,” pungkasnya.(AJNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *