Satu Jamaah Haji Aceh Wafat dalam Pesawat

Tergabung Dalam Kloter 7

BERITA12 Dilihat

BANDA ACEH – Seorang jamaah haji asal Aceh yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Aceh dilaporkan wafat di dalam pesawat saat perjalanan pulang dari Madinah menuju Tanah Air, Senin, 22 Juni 2026.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Aceh, Arijal, membenarkan informasi tersebut. Jamaah yang meninggal dunia adalah Aisyah Abdullah Nanggroe binti Abdullah Nanggroe (92), warga Kabupaten Aceh Timur.

“Kloter 7 terbang dari Bandara Madinah pada Senin, 22 Juni 2026. Almarhumah wafat pada pukul 10.20 WIB di dalam pesawat saat perjalanan kembali ke Tanah Air,” kata  Arijal.

Menurutnya, almarhumah telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji dan sedang dalam proses pemulangan bersama jamaah Kloter 7 Embarkasi Aceh.

Setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), jenazah almarhumah langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk penanganan lebih lanjut.

PPIH Embarkasi/Debarkasi Aceh menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Insya Allah husnul khatimah. Almarhumah merupakan dhuyufurrahman (tamu Allah) yang telah menunaikan ibadah haji. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilaf dan dosanya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Arijal.

PPIH juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan agar diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah tersebut.

Berdasarkan data PPIH Embarkasi Aceh hingga 22 Juni 2026, wafatnya Aisyah menambah jumlah jamaah haji Aceh yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menjadi 16 orang. Dari jumlah tersebut, 15 jamaah wafat di Tanah Suci dan satu jamaah meninggal dunia dalam proses pemulangan ke Tanah Air.

Sementara itu, proses pemulangan jamaah haji Aceh melalui Debarkasi Aceh terus berlangsung sesuai jadwal. PPIH memastikan pelayanan dan pendampingan tetap diberikan hingga seluruh jamaah tiba dengan selamat di daerah masing-masing.

PPIH juga berharap seluruh jamaah yang masih berada di Tanah Suci maupun yang sedang dalam perjalanan pulang senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta memperoleh predikat haji yang mabrur dan mabrurah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *