Presiden Rencanakan Bantuan Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh

BERITA45 Dilihat

BANDA ACEH — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan rencana Presiden RI Prabowo Subianto memberikan bantuan sapi untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang di Aceh. Bantuan tersebut direncanakan menyusul kondisi masyarakat Aceh yang masih dalam tahap pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam rapat koordinasi Gabungan Alat Kelengkapan Panitia Nasional (Galapana) DPR RI bersama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sabtu, 10 Januari 2026.

Tito mengatakan, selain fokus pada rehabilitasi infrastruktur dan rumah ibadah, pemerintah pusat juga memberi perhatian pada aspek sosial dan budaya masyarakat Aceh. Salah satunya adalah tradisi Meugang yang dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan.

“Di Aceh ada tradisi Meugang. Tradisi sebelum Ramadan masyarakat menyantap daging sapi, kerbau, atau kambing,” kata Tito, dikutip Ahad, 11 Januari 2026.

Ia menjelaskan, rencana bantuan tersebut sebelumnya juga disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem kepada Presiden Prabowo saat kunjungan meninjau wilayah terdampak bencana di Aceh, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kemarin Pak Mualem menyampaikan kepada Bapak Presiden saat kunjungan ke Tamiang. Dan sepertinya Bapak Presiden berkeinginan memberikan bantuan, baik berupa sapi, kerbau, maupun daging, untuk mendukung tradisi ini,” ujar Tito.

Menurut Tito, bantuan khusus tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama warga yang terdampak bencana, agar tetap dapat menjalankan tradisi Meugang menjelang Ramadan.

“Saya kira ini akan membuat masyarakat merasa bergembira karena adanya dukungan langsung dari Presiden,” kata Tito.

Sebagai informasi, Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh yang dilakukan dengan memasak dan menyantap daging bersama keluarga, kerabat, dan tetangga menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, silaturahmi, dan gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh.

Daging Meugang biasanya diolah menjadi berbagai makanan khas Aceh, seperti kuah beulangong, sate matang, dan beragam masakan tradisional lainnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *