Jubir Pemerintah Aceh, Nurlis: Soal Gubernur Mualem, Humam Bohongi Publik!

BERITA41 Dilihat

BANDA ACEH – Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi, mengecam Humam Hamid yang membuat pernyataan bohong kepada Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). “Humam sedang memainkan politik Kuda Troya, membohongi publik,” kata Nurlis di Banda Aceh, Rabu malam (15 April 2026).

Pernyataan Nurlis menjawab pertanyaan wartawan berkaitan dengan video Humam yang beredar di media sosial itu. Di situ, Humam menuding Gubernur Aceh tidak sepenuhnya incharge dan tidak memonitor penuh mengenai perkembangan JKA. Humam mengatakan, “ini bunuh diri, bunuh diri politik, baik untuk gubernur maupun Partai Aceh”.

Menurut Nurlis, pernyataan Humam itu tidak benar. “Postur bahasa dalam pernyataannya seolah-olah sedang membawa kebenaran. Padahal, ia sedang membunuh karakter gubernur, dan membunuh karakter Partai Aceh,” kata Nurlis.

Apalagi, kata Nurlis, dalam video itu Humam menyebutkan bertemu di sebuah tempat yang nggak disebutkan namanya. Mestinya dia sebutkan tempat pertemuannya itu, dan sama siapa saja dia di situ.

“Jadi seolah-olah tempat yang dirahasiakan. Di sini saja sudah mulai aneh,” kata Nurlis.

Humam, menurut Nurlis, membangun narasi imajiner.

“Itulah yang saya katakan tadi sebagai politik Kuda Troya, ia berimajinasi seolah-olah masuk ke dalam hendak berbuat baik tapi tujuannya menyerang Mualem dan Partai Aceh,” kata Nurlis lagi.

Nurlis menjelaskan bahwa Kuda Troya adalah salah satu cerita paling terkenal dalam mitologi Yunani, dan menjadi simbol tipu daya terbesar dalam sejarah.

“Konteks umumnya itu merujuk pada metode atau strategi politik penyusupan dengan cara licik,” katanya.

Menurut Nurlis, dalam konteks Humam, yang terjadi adalah ia berusaha mendekati Mualem dan seolah-olah berniat baik.

“Lalu di hadapan publik ia bertindak sebaliknya,” kata Nurlis.

Jadi, Nurlis sangat menyayangkan sikap Humam. Ia menilai Humam belum bisa move on dari politik Pilkada yang lalu.

“Sudahlah, mari kita sama-sama membangun Aceh yang lebih baik. Hentikanlah mengadu domba, hentikanlah provokasi yang tidak produktif untuk membangun Aceh,” kata Nurlis. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *