Israel Tutup Wilayah Udara Usai Serang Iran, Tetapkan Keadaan Darurat

BERITA, DUNIA15 Dilihat

Tel Aviv – Otoritas Israel menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil setelah melancarkan”serangan pendahuluan” terhadap Iran. Tel Aviv juga menetapkan keadaan darurat di seluruh wilayahnya.
“Menyusul perkembangan keamanan, Menteri Perhubungan telah memerintahkan Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Israel untuk menutup wilayah udara Negara Israel bagi penerbangan sipil,” demikian pengumuman Menteri Transportasi Israel, Miri Regev, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/2/2026).

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan bahwa pasukan militernya telah melancarkan “serangan pendahuluan” terhadap Iran.

Otoritas Israel juga menetapkan keadaan darurat di seluruh negara Yahudi itu usai serangan dilancarkan terhadap Iran. Sirene berbunyi di area Yerusalem dan berbagai wilayah Israel mendapatkan peringatan soal ancaman yang “sangat serius”.

“Negara Israel telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran,” tegas Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataannya.

“Menteri Pertahanan Israel Katz menetapkan keadaan darurat khusus dan segera di seluruh negeri,” imbuh pernyataan tersebut.

Laporan wartawan AFP menyebut bahwa dua suara ledakan keras terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2) pagi. Kepulan asap tebal menjulang di langit di wilayah pusat dan timur Teheran.

Kantor berita Iran, Fars, dalam laporannya menyebut ledakan itu dipicu oleh serangan rudal.

“Jenis ledakan tersebut menunjukkan bahwa ini merupakan serangan rudal,” sebut kantor berita Fars, tanpa memberikan informasi lebih detail.

Belum ada pernyataan resmi otoritas Iran terkait serangan terbaru Israel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *