BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh (DPRK) mendesak Pemerintah Kota Banda Aceh segera menertibkan kawanan anjing liar yang berkeliaran di permukiman warga. Keberadaan hewan itu dinilai mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan rabies.
Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, mengatakan lonjakan jumlah anjing liar telah menimbulkan keresahan di sejumlah gampong.
“Sudah banyak yang melaporkan dan mengalami kerugian akibat terjadinya lonjakan jumlah anjing liar,” kata Tuanku Muhammad, Jumat, 20 Februari 2026.
Dia mengatakan laporan warga datang dari sejumlah wilayah seperti Gampong Lamgugob dan Gampong Pineung di Kecamatan Syiah Kuala, Gampong Mulia di Kecamatan Kuta Alam, serta beberapa gampong lainnya di Kota Banda Aceh.
Menurut Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh itu, anjing liar juga memasuki pekarangan rumah, tempat ibadah, hingga merusak barang milik warga seperti peralatan rumah tangga, sandal, dan pakaian.
Selain itu, kata Muhammad, hewan tersebut berdasarkan laporan warga juga kerap mengacak-acak sampah sebelum diangkut petugas.
Muhammad mendesak Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh (DP2KP) segera mengambil tindakan konkret untuk menertibkan anjing liar yang dinilai semakin meresahkan.
“Saya harap DP2KP Kota Banda Aceh untuk bisa segera menertibkan kawanan anjing liar yang mulai banyak berseleweran di pemukiman warga,” ujarnya.
Dia meminta agar proses penertiban dilakukan melalui koordinasi dengan pihak terkait, termasuk langkah operasi tangkap, sterilisasi, vaksinasi, maupun relokasi guna menjaga ketertiban umum dan mencegah penyebaran rabies.
Menurutnya, langkah cepat diperlukan agar tidak sampai menimbulkan korban gigitan anjing yang berisiko menyebabkan penyakit mematikan tersebut.
Muhammad menyampaikan kondisi ini semakin mengkhawatirkan di tengah suasana Ramadan, ketika masyarakat banyak beraktivitas hingga malam hari untuk beribadah.
“Keberadaan anjing liar dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan warga saat pergi maupun pulang dari aktivitas ibadah,” ujarnya.***












