ACEHUPDATE.NET – Yayasan Cahaya Aceh membangun satu balai mengaji dan edukasi yang diberi nama School of Quran di salah satu desa terpencil terdampak banjir Aceh 26 November 2026 lalu di Aceh Tamiang.
Peresmian ‘School of Qur’an’ ini langsung dihadiri Founder dan Ketua Pembina Yayasan Cahaya Aceh, Azwir Nazar atau dikenal Tgk Turki bersama para warga di desa Tanjung Binjai, Aceh Tamiang.
“Alhamdulillah berkah Ramadhan, hari ini mendapat anugerah dan rahmatNya untuk meresmikan satu balai mengaji dan edukasi yang kita harapkan menjadi School of Quran” ujarnya Tgk Azwir Nazar.
Menurutnya dalam 3 bulan ini sejak musibah banjir dan longsor sudah 3 kali dirinya bersama relawan Cahaya Aceh mengunjungi Tamiang dan beberapa wilayah terdampak banjir dan longsor. Bulan pertama masa tanggap darurat, Yayasan Cahaya Aceh dengan program #PeduliBanjir sudah menyalurkan bantuan pangan, air bersih, santunan juga perlengkapan saudara kita yang terkena musibah.
“Nah ada satu desa di pedalaman Tamiang berbatas dengan Sumatera Utara, ada permintaan warga untuk dibuatkan satu balai. Karena anak anak mengajinya jauh dari rumah ke rumah. Alhamdulillah hari ini dalam bulan suci ini kita wujudkan. Semoga berkah dan manfaat” ucap Ketum DPP Iskada Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dan mantan Presiden PPI Turki tersebut.
Sejak 1 Ramadhan 1447 balai ini sudah dipakai ibu ibu tadarrus alquran usai shubuh, anak anak mengaji sore hari dan warga berbuka puasa.
“Kami menyampaikan àpresiasi dan terima kasih kepada seluruh muhsinin dan donatur Cahaya Aceh dimanapun berada, semoga melalui School of Quran ini dapat lahir generasi kita yang lebih baik dan tangguh. Kita ikut mendokan saudara kita cepat pulih dan bangkit kembali pasca banjir”, tuturnya.
Menurut Ketua Harian YCA, pada momentum syukuran peresmian balai ini juga diisi pemberian Sedeqah Pangan Ramadhan untuk warga berupa sembako dan iftar berbuka.
” Alhamdulillah warga sangat antusias, karena mimpi punya balai mengaji ini sudah puluhan tahun. Kondisi wilayah yang cukup jauh dan terpencil menjadi tantangan sendiri bagi Cahaya Aceh untuk menyalakan harapan pulih dan bangkit disana” tutup Mushallin.
Sementara Sekdes Deni mengungkapkan rasa syukur dan kagum karena secara cepat balai ini dapat diwujudkan. ” Atas nama masyarakat kami mengucapkan terima kasih kepada Tgk Turki dan Cahaya Aceh. Semoga balai ini penuh berkah dan bermanfaat. Hanya Allah yang dapat membalas semua kebaikan Yayasan Cahaya Aceh” pintanya.
Peresmian School of Quran Balai Cahaya Aceh ditutup dengan buka bersama dengan warga dan anak anak yang sejak 1 Ramadhan lalu mulai mengaji disana. Tiap Hari Cahaya Aceh juga menyediakan buka puasa di balai tersebut karena kondisi masyarakat masih dilimuti duka karena musibah banjir.
Desa Tanjung Binjai sendiri berada di Kecamatan Bendahara. Untuk mencapai desa tersebut mesti naik getek (rakit) di sepanjang sungai Seruway yang ganas. Konon bila banjir buaya nya naik ke darat di dekat rumah rumah penduduk yang berjumlah sekitar 500 jiwa.












