Apresiasi Forbes DPR RI, Malik Musa Minta Dana Otsus Jadi Modal Hidup Mandiri Rakyat Aceh

BERITA344 Dilihat

 

BANDA ACEH – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Malik Musa, SH., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas perjuangan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI asal Aceh yang berhasil mendorong revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) hingga masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

Ia menilai langkah itu menjadi pintu harapan baru bagi keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang akan berakhir pada 2027.

Menurut Malik Musa, perjuangan kolektif Forbes DPR RI layak diapresiasi karena menyangkut masa depan pembangunan Aceh. “Alhamdulillah, kita bangga karena Forbes kompak memperjuangkan revisi UUPA.

Ini wujud nyata kepedulian mereka terhadap keberlangsungan Dana Otsus yang sangat vital bagi rakyat Aceh,” ujarnya dalam wawancara bersama media.

Meski demikian, Malik menegaskan bahwa pola pengelolaan Dana Otsus ke depan harus benar-benar diubah.

Ia mendorong agar dana tersebut tidak lagi terfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat bawah, khususnya petani dan nelayan.

“Dana Otsus harus mampu melahirkan kemandirian. Pemberdayaan rakyat kecil jauh lebih penting ketimbang sekadar bangunan. Kalau masyarakat sudah mandiri, mereka bisa menghidupi keluarganya dan menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang S1 bahkan S2,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar program pemberdayaan melalui Dana Otsus didahului dengan pelatihan intensif bagi masyarakat penerima. Menurutnya, tanpa pembekalan keterampilan, bantuan dana rawan tidak tepat sasaran.

“Masyarakat harus dipersiapkan dulu. Pelatihan wajib diberikan agar dana benar-benar dipakai untuk mengubah pola hidup dan meningkatkan penghasilan keluarga. Dengan begitu, tujuan pemberdayaan bisa tercapai,” katanya.

Lebih jauh, Malik Musa menegaskan bahwa Dana Otsus harus dijaga sebagai instrumen pembangunan di sektor vital, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga kelautan. “Tanpa Dana Otsus, banyak program pembangunan Aceh akan terhambat.

Maka, menjaga keberlanjutannya adalah keharusan bersama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Malik juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada T.A. Khalid selaku Ketua Forbes DPR RI asal Aceh dan seluruh anggota Forbes yang telah memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Kami atas nama Muhammadiyah Aceh mengucapkan terima kasih kepada Pak T.A. Khalid dan semua anggota DPR RI asal Aceh yang sudah bekerja keras. Ini adalah perjuangan kolektif untuk masa depan Aceh,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Malik Musa menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam mengawal keberlanjutan Dana Otsus. Ia mengajak seluruh masyarakat, mulai dari ormas, LSM, hingga organisasi kepemudaan, agar bersatu mendukung perjuangan legislatif. “Perjuangan ini tidak bisa hanya diserahkan pada DPR RI atau DPRA semata.

Ini harus menjadi gerakan kolektif semua pihak agar Dana Otsus tetap berlanjut dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *