50 Pengurus Organisasi Pelajar Dayah Terpadu Inshafuddin (OPDTI) di bekali Ilmu Kepemimpinan

BERITA53 Dilihat

Banda Aceh – Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI) salah satu Lembaga Pendidikan Islam terbaik di Banda Aceh. Dayah yang lahir sejak 17 Juli 1998 menggabungkan Pendidikan Umum dengan Pendidikan Agama.

Karena itulah menjadi penting Pengurus OSIS/OPDTI yang baru saja dilantik periode 2026-2027 dibekali ilmu kepemimpinan oleh Muhammad Syarif, SHI, M.H Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh yang juga Alumni Lemhannas Pemuda Angkatan I,”ungkap H. Saifullah, S.Pd Kepala SMA Inshafuddin saat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara di Ruang Perpustakaan Dayah Terpadu Inshafuddin Lt.2, Rabu 20 Mei 2026.

Saifullah mengatakan program pembinaan dan kepemimpinan Santri/Siswa jenjang SMA Inshafuddin menjadi salah satu program rutin di Dayah Terpadu tersebut.

Program Pembinan kepemimpinan bagi Santri/Siswa bertujuan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan serta pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai kepemimpinan dan pengelolaan organisasi kesiswaan/kesantrian yang lebih berkembang. Kegiatan tersebut berlangsung dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI, pembina OSIS, serta dewan guru.

Kegiatan tahunan ini menghadirkan Kepala Bidang SDM dan Manajemen pada Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad Syarif, S.H.I., M.H., sebagai pemateri utama.

Dalam sambutannya, H. Saifullah menekankan pentingnya ilmu pengetahuan, karakter, dan keteladanan bagi para siswa/santri sebagai bekal untuk menjadi pemimpin di masa depan. Ia berharap pelatihan tersebut mampu membentuk generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan berorganisasi yang baik.

“Kepemimpinan bukan hanya soal memimpin orang lain, tetapi juga bagaimana memimpin diri sendiri dengan disiplin, akhlak yang baik, dan semangat belajar. Siswa harus mampu menjadi teladan serta siap tampil sebagai calon pemimpin di masa mendatang,” ujar H. Saifullah.

Sementara itu, Muhammad Syarif, S.H.I., M.H., dalam materinya menjelaskan berbagai teori dasar kepemimpinan yang perlu dipahami oleh Santriwan/Wati/ Pelajar.

Ia menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki sikap demokratis, kompetensi yang baik, kemampuan berbicara di depan umum, mampu mengenali karakteristik bawahan, memiliki semangat melakukan perubahan, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Menurutnya, kepemimpinan merupakan keterampilan yang perlu dilatih sejak usia sekolah agar siswa/santri terbiasa mengambil keputusan, bekerja sama, dan bertanggung jawab dalam setiap tugas yang diberikan.

“Kepemimpinan tidak lahir begitu saja, tetapi dibentuk melalui proses belajar, pengalaman, dan pembiasaan. Karena itu, siswa/santri perlu terus mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan sikap tanggung jawab,” jelas Muhammad Syarif di hadapan peserta.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri. Para siswa/santri tampak antusias mengikuti pelatihan dan aktif menyampaikan pertanyaan seputar kepemimpinan, organisasi, serta tantangan generasi muda saat ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Inshafuddin Banda Aceh, Rika Fernawati, S.Pd., mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan karakter dan penguatan organisasi siswa di lingkungan sekolah.

“Kegiatan pelatihan ini diikuti semua siswa kelas XI, pembina OSIS, dan dewan guru. Diharapkan kegiatan ini dapat melahirkan siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan, disiplin, dan mampu berkontribusi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ungkap Rika Fernawati.

Sebanyak 50 Santriwan/Wati yang mengikuti pelatihan, 18 orang cukup aktif dan mendapat bonus dari Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Banda Aceh yang nantinya akan diserahkan langsung pada momen apel hari Senin, ungkap Syarif yang diamini Bapak Saifullah, Kepsek SMA Inshafuddin. Ke-16 peserta tersebut terdiri dari 8 orang laki-laki dan 8 orang Perempuan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *