Rasakan Kesulitan Warga, Mualem Seberangi Sungai dengan Rakit di Aceh Singkil

BERITA, DAERAH401 Dilihat

BANDA ACEH – Pemandangan tak biasa terlihat saat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, meninjau akses menuju Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, Sabtu, 6 September 2025. Mobil dinas bernomor BL 1 yang ditumpanginya harus dinaikkan ke atas rakit untuk menyeberangi sungai keruh, lantaran tak ada jembatan yang membentang di titik itu.

Perjalanan rombongan mulanya mulus dari pusat kota Singkil. Namun, begitu melewati jembatan Kilangan, jalur berubah menjadi jalan berbatu, berlubang, dan penuh genangan. Setelah menempuh medan berat, kendaraan akhirnya berhenti di Gampong Kuala Baru Laut. Di hadapan sungai lebar tanpa jembatan, satu-satunya pilihan hanyalah rakit kayu yang biasa dipakai warga setiap hari.

Di titik inilah Mualem merasakan langsung bagaimana warga pedalaman Kuala Baru bergantung penuh pada rakit untuk keluar-masuk kampung. Kendaraan dinasnya pun ikut diangkut ke seberang bersama rombongan.

Sesampainya di Gampong Suka Jaya, Kuala Baru, Mualem, menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan keterisolasian ini berlarut-larut. Ia berjanji segera membangun jembatan darurat sembari menunggu realisasi jembatan permanen melalui dukungan dana pusat dan provinsi.

“Kita akan segera bangun jembatan sementara dulu. Saya minta PUPR Aceh segera mengerjakannya dengan jembatan bailey. Untuk jembatan permanen, kita usahakan melalui anggaran pusat dan provinsi secepatnya,” tegas Mualem di hadapan masyarakat.

Selain jembatan, kondisi jalan Singkil–Kuala Baru yang rusak parah juga menjadi sorotan. Menurutnya, perbaikan jalan akan diprioritaskan dalam waktu dekat.

“Kalau di anggaran perubahan ini belum tuntas, kita lanjutkan tahun depan,” ujarnya.

Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, menyambut langsung kepastian tersebut. Menurutnya, kehadiran Gubernur memberikan harapan nyata bagi warga Kuala Baru.

“Alhamdulillah, saya terkejut karena Pak Gubernur langsung menyebutkan akan membangun jembatan bailey. Permintaan masyarakat langsung disahuti,” ungkap Safriadi.

Sementara itu, Mukim Kuala Baru, Mahmudin, menyuarakan keluhan sekaligus harapan warganya.

“Jalan dari Singkil ke Kuala Baru rusak parah. Jembatan belum ada sehingga kami harus naik rakit ke pusat kota. Harapan kami, jalan dan jembatan di sini bisa sama seperti daerah lain,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *