Gubernur Aceh Takziah ke Rumah Duka Mantan Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah

BERITA63 Dilihat

Aceh Besar – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, mengunjungi rumah duka almarhum mantan Gubernur Aceh periode 2012–2017, dr. Zaini Abdullah, di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (21/6/2026). Kehadiran Gubernur merupakan bentuk penghormatan terakhir sekaligus ungkapan belasungkawa atas wafatnya tokoh yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan pembangunan dan pemerintahan Aceh.

Setibanya di rumah duka, Gubernur Muzakir Manaf disambut oleh adik kandung almarhum, Hasbi Abdullah, serta istri almarhum, Umi Niazah A. Hamid. Gubernur kemudian menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga yang ditinggalkan serta mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman atau yang akrab disapa Ampon Man, mengatakan kehadiran Gubernur merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan Pemerintah Aceh atas jasa-jasa almarhum selama mengabdikan diri untuk daerah dan masyarakat Aceh.

“Bapak Gubernur menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya dr. Zaini Abdullah. Beliau adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh yang telah memberikan pengabdian dan kontribusi besar bagi pembangunan daerah serta perjuangan masyarakat Aceh,” ujar Ampon Man.

Menurut Ampon Man, dalam suasana penuh keakraban dan duka tersebut, Gubernur juga berbincang dengan keluarga dan kerabat almarhum untuk memberikan dukungan moril serta menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

“Kepergian almarhum tentu menjadi kehilangan bagi masyarakat Aceh. Namun, jasa, pemikiran, dan pengabdian beliau akan selalu menjadi bagian dari perjalanan pembangunan Aceh yang patut dikenang dan diteruskan,” kata Ampon Man.

Lebih lanjut, Ampon Man menyampaikan bahwa Gubernur mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk turut mendoakan almarhum agar segala amal kebaikannya diterima Allah SWT, segala khilaf dan kekurangannya diampuni, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan.

Sebelum meninggalkan rumah duka, Gubernur kembali menyampaikan penghormatan dan doa bagi almarhum. Pemerintah Aceh turut berduka cita atas wafatnya salah seorang putra terbaik Aceh yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Aceh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *