Bekali Mentalitas Berbisnis Generasi Muda, PPA Gelar Seminar Internasional Indonesia-Malaysia

BERITA106 Dilihat

Banda Aceh – Menyambut perayaan satu tahun Partai Perjuangan Aceh (PPA) dan Pelantikan Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh (AMMPA), keluarga besar PPA menggelar Seminar Internasional Indonesia-Malaysia pada 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian strategi pencerdasan yang diterapkan PPA dan AMMPA melalui pembekalan pendidikan dan mentalitas bisnis di kalangan generasi muda dan masyarakat Aceh.

Ketua Panitia kegiatan seminar internasional, Cut Bintu Jabbabirah mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian awal untuk menyulut mentalitas berbisnis di kalangan generasi muda Aceh.

Mewakili panitia, ia sepakat mengusung tema “Gen Z Aceh di panggung Dunia: Peran Anak Muda dalam Diplomasi Global dan Networking Internasional untuk Keadilan Sosial”.

Dia melanjutkan, tema tersebut merupakan bagian menerjemahkan misi Ketua Umum PPA Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes. dalam memajukan pendidikan Aceh dan mengangkat harkat dan martabat rakyat Aceh.

“Kegiatan seminar ini dilakukan sebagai bentuk solusi dan rasa kepedulian keluarga besar PPA terhadap upaya mencegah terjadinya keberlanjutan pengangguran di Aceh. Kita panitia,kader AMMPA, berupaya melaksanakan program yang responsifdan kontekstual dalam menjawab kebutuhan generasi.” ujar Cut sebagai Ketua Panitia pada Selasa 02 Juni 2026.

Secara terpisah, Ketua Umum AMMPA, Zulfata, M.Ag membenarkan akan terselenggaranya kegiatan internasional sebagai bentuk penguatan mentalitas kemampuan berbisnis terhadap generasi muda Aceh di panggung dunia.

“Seperti diketahui bersama, hadirnya PPA, dan bergerak massifnya kegiatan AMMPA selama ini adalah bagian tindakan serius dan komitmen kita untuk memberi jawaban kepada rakyat Aceh. Kuncinya adalah pendidikan dan networking. Tanpa dua hal ini, mustahil investasi dan bisnis dapat mendulang tenaga kerja lokal di Aceh.

Misalnya, kita punya cadangan migas Blok Andaman,lantas apa rakyat Aceh dapat? Apakah Pemerintah Aceh mampu? Untuk itu, solusi awalnya adalah cerdaskan generasi mudanya agar mampu memimpin Aceh secara bijaksana di kemudian hari. Ini juga bagian untuk membantu Pemerintah Aceh dalam mencetak generasi pemimpin cerdas Aceh di kemudian hari”terang Zulfata.

Selanjutnnya, narasumber atau tokoh internasional yang dihadiri dalam seminar tersebut adalah Dato’ HJ. Shushilil Azam Bin Shuib (adjunct professor/visiting professor at: University of Wales Malaysia, UNITAR International University, Unishams International University, UIN & AIN Indonesia, Universities in the Philippines, Iraq and Bangladesh). Kemudian Profesor Dr. Roselina Ahmad Saufi sebagai Vice-Chancellor & CEO dari Universiti Malaya-Wales (UM-Wales).

Sejak berita ini diturunkan, antusiasme calon peserta sangat tinggi saat hendak berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan tokoh internasional yang ditunggu-tunggu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *