Prof Marniati: Masa Depan PTS Aceh Bergantung pada Dukungan Beasiswa dan Riset

BERITA76 Dilihat

Banda Aceh – Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), Prof Dr Adjunct Marniati MKes dan Rektor UII, Dr Mutiawati MPd menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pimpinan Badan Penyelenggara PTS dan Perguruan Tinggi, yang diselenggarakan LLDikti Wilayah XIII, di Hotel The Pade, Aceh Besar, Kamis, 23 Juli 2026.

Prof Dr Adjunct Marniati mengatakan pihak kampus, terutama perguruan tinggi swasta (PTS) harus melakukan inovasi baik untuk dosen atau instansi. PTS mesti berupaya maksimal untuk mendapatkan dukungan dari luar perguruan tinggi, seperti pemerintah.

“Harus ada beasiswa dosen bagi perguruan tinggi swasta untuk melanjutkan jenjang pendidikan, juga mesti ada peluang untuk mendapatkang jenjang profesor. Mudah-mudahan harapan ini disambut pihak oleh pemerintah dan segera direalisasikan,” ujar Marniati saat diwawancarai media ini.

Marniati menegaskan banyak harapan perguruan tinggi yang disampaikan melalui Raker ini, terutama urgensinya perhatian pemerintah terhadap keadaan perguruan tinggi swasta di Aceh. Apa pun status dan keadaan perguruan tinggi swasta di Aceh yang harus diakui bahwa mereka instansi pencetak dan melahirkan sumber daya manusia (SDM) Aceh demi membangun Aceh ke depan.

“Selama ini PTS bergerak dengan swadayanya sendiri yang perlu perhatian pemerintah,” ungkap perempuan pemerhati pendidikan Aceh ini.

Namun, kata Marniati, ada tiga permintaan dalam forum Raker ini kepada pemerintah baik pusat maupun daerah. Pertama pemberian beasiswa khususnya untuk dosen PTS dan umumnya semua dosen. Pendanaan bisa bersumber dari dana abadi yang ada di Aceh, sebab poin tersebut sudah ada payung hukum seperti tercantum dalam qanun.

Marniati menerangkan permintaan kedua terkait pendanaan afirmasi, berupa beasiswa khusus dari kementerian terkait untuk percepatan doktor di PTS, karena dengan adanya percepatan doktor akan mempercepat peningkatan jumlah guru besar di PTS.

“Jenjang pendidikan doktor adalah syarat mutlak dan utama menjadi guru besar, selain harus memenuhi beberapa syarat lainnya,” ucapnya usai sesi pembukaan acara yang berlangsung 23-24 Juli 2026 ini.

Ia menyebutkan di Aceh saat ini masih minim perguruan tinggi yang terakreditasi unggul, terutama PTS, karena masih minim jumlah dosen berstatus doktor. Harapannya, perhatian pemerintah sangat penting baik dalam pemberdayaan dosen maupun dukungan sarana dan prasaran. Ini penting agar dosen dan mahasiswa yang dihasilkan nantinya benar-benar mampu membangun Aceh lebih baik lagi.

Permintaan ketiga, jelas Marniati, pemerintah menyiapkan anggaran riset. Ini cukup bagus bagi kemajuan kampus. Pihak PTS tentu akan terus berupaya berinovasi untuk mencapai tujuan dan harapan kementerian untuk menjadikan semua kampus di Indonesia memiliki daya saing secara global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *