Pendidikan Vokasi Hadapi Era Digital, Dosen PNL Gelar Pelatihan 3D Printing untuk Guru Produktif SMK

BERITA57 Dilihat

ACEH UTARA, 6 Agustus 2026 –Teknologi industri manufaktur modern telah bekembang pesat, mengikuti tren tersebut, Pelaksana Pemberdayaan kepada Masyarakat (PKM) PNL menyelenggarakan program pelatihan bertajuk “Pendampingan Manufaktur Aditif berbasis Mesin Cetak 3 Dimensi guna Pengembangan Kompetensi Guru Produktif SMK Jurusan Teknik Permesinan di Aceh Utara”.

Kegiatan yang berlangsung Selama 2 Hari, dari 5 s.d 6 Agustus 2026 dipusatkan pelaksanaannya di SMK Negeri 1 Dewantara, Aceh Utara. Yang di ikuti oleh 10 perwakilan guru produktif dari 4 SMK Binaan PNL yaitu SMK Negeri 1 Dewantara Aceh Utara, SMK Negeri 1 Lhoksukon Aceh Utara, SMK Negeri 1 Lhokseumawe dan SMK Negeri 7 Lhokseumawe,

Kegiatan yang di laksanakan oleh 3 dosen PNL, Mahmud, Khairul Mizan Us Dari Jurusan Teknik Mesin dan Muhammad Azzahri dari Jurusan TIK ini merupakan bagian dari ruang lingkup Pemberdayaan Berbasis Masyarakat melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 yang di fokuskan pada misi Asta Cita pemerintah dan memperhatikan relevansi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan praktis para guru produktif jurusan Teknik Permesinan dalam menguasai teknologi manufaktur aditif (3D printing). Penguasaan teknologi ini dinilai vital agar proses pembelajaran di sekolah vokasi dapat terus menyelaraskan diri dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang kini makin mengandalkan efisiensi prototype berbasis manufaktur digital.

Materi pendampingan disajikan secara komprehensif, mencakup beberapa bagian Desain & Pemodelan Digital, Proses Slicing & Konfigurasi mesin 3D Printing, Pengoperasian & Perawatan Mesin dan Praktik langsung (hands-on) pengoperasian mesin cetak 3D

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, para guru produktif di Kabupaten Aceh Utara tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan teknis dalam mengintegrasikan teknologi 3D printing ke dalam kurikulum pembelajaran praktikum siswa di sekolah masing-masing.

Langkah inovatif ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mencetak generasi lulusan SMK di wilayah Aceh Utara yang unggul, terampil, dan siap bersaing di era manufaktur digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *