Banda Aceh – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., menilai Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani sebagai salah satu putra Aceh yang patut menjadi teladan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, latar belakang keilmuan yang kuat serta kepedulian di bidang keagamaan dan sosial menjadikan sosok Kepala BNNP Aceh tersebut sebagai figur inspiratif di tengah dinamika kondisi keacehan saat ini.
Dalam keterangannya, Rabu (22 April 2026), A. Malik Musa menyampaikan bahwa Aceh membutuhkan lebih banyak tokoh yang memiliki kombinasi kapasitas akademik, ketegasan dalam kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pembangunan moral masyarakat. Ia menilai Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani mampu menghadirkan keteladanan tersebut melalui kiprahnya di bidang penegakan hukum sekaligus pengabdian sosial keagamaan.
Menurut Malik Musa, keberadaan Brigjen Dedy Tabrani sebagai Kepala BNNP Aceh menunjukkan bahwa putra daerah mampu tampil sebagai pemimpin yang berintegritas dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ia juga menyoroti peran Brigjen Dedy dalam menginisiasi pendirian Dayah Darul Musthafa di Blang Bintang sebagai langkah strategis membentengi generasi muda Aceh dari pengaruh negatif, khususnya bahaya narkotika.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan Brigjen Dedy tidak hanya mengandalkan aspek penindakan hukum dalam pemberantasan narkoba, tetapi juga memperkuat pendekatan spiritual dan edukatif melalui jalur pendidikan keagamaan.
Hal tersebut dinilai sejalan dengan karakter masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius dalam kehidupan sosial.
A. Malik Musa berharap sosok Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh dalam membangun masa depan daerah yang lebih baik. Ia menegaskan bahwa figur putra Aceh yang memiliki kapasitas akademik tinggi, kepedulian sosial, serta komitmen keagamaan seperti Brigjen Dedy merupakan aset penting dalam menjaga arah pembangunan Aceh yang berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai keislaman
A. Malik Musa, juga berharap upaya pemberantasan narkoba di Aceh dapat diperkuat melalui sinergi antara aparat keamanan, khususnya BNNP Aceh, dengan perangkat desa melalui penguatan kembali peran lembaga “Pageu Gampong” sebagai benteng sosial masyarakatp
Menurutnya, jika fungsi Pageu Gampong yang selama ini mulai melemah dapat dihidupkan kembali secara aktif di setiap gampong, maka pengawasan terhadap masuknya peredaran narkoba akan semakin kuat dan efektif.
Ia optimistis dengan keterlibatan masyarakat berbasis gampong sebagai lini terdepan, Aceh akan semakin aman dari ancaman narkotika dan generasi muda dapat terlindungi dari pengaruh negatif peredaran barang haram tersebut.[]












