Banda Aceh—Silaturahmi Srikandi Ihsan Nusantara resmi dideklarasikan di Universitas Ubudiyah Indonesia sebagai langkah untuk memperkuat persatuan perempuan, memperluas syiar dakwah Islam, serta membangun gerakan bersama yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, tasawuf, akhlak, dan kasih sayang bagi umat di seluruh Nusantara.
Deklarasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan perempuan dari berbagai daerah dan negara dalam sebuah gerakan silaturahmi, pendidikan, dakwah, serta pengabdian kepada masyarakat. Srikandi Ihsan Nusantara diharapkan menjadi wadah yang mempererat persaudaraan sekaligus melahirkan perempuan yang berilmu, berakhlak, berkarakter, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan umat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Murabbi Abuya Syekh Haji Amran Waly al-Khalidy beserta keluarga, Abu Muda Syukri Waly, Bunda Rahmi Waly, Bunda Hidayati Waly, Teuku Raja Saifullah selaku Sultan Kesultanan Daya Pemangku Kesultanan Aceh Darussalam, Datuk Kiam Raja Tgk. Prof. Dr. (HC) Fekri Juliansyah, Ph.D., para Srikandi Tasawuf Nusantara dari dalam dan luar negeri, Ketua MPTTI, Ketua P2T beserta jajaran pengurus, para khalifah Abuya, serta tokoh masyarakat.
Prof. Adjunct Dr. Marniati: Perjuangan Abuya Adalah Perjalanan Membangun Hati Manusia
Dalam sambutannya, Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes., menyampaikan bahwa perjuangan Abuya Amran Waly al-Khalidy bukan sekadar perjalanan seorang ulama, melainkan perjalanan panjang membangun hati manusia agar kembali mengingat Allah SWT.
Sambutan Abu muda syukry menyampaikan
“Di tengah kehidupan yang semakin modern, ketika manusia semakin sibuk mengejar dunia, Abuya senantiasa mengingatkan kita agar jangan sampai kehilangan Allah dalam kehidupan. Pembangunan manusia tidak cukup hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi kita juga membutuhkan hati yang dekat dengan Allah SWT,” ungkap Marniati.
Karena itu Srikandi Ihsan nusantara , memiliki cita-cita agar nilai-nilai tauhid dan tasawuf dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih modern, sederhana, terbuka, dan mudah diterima.
“Generasi muda hari ini hidup bersama teknologi, media sosial, dan kecerdasan buatan. Cara berpikir dan cara belajar mereka berbeda. Namun, satu hal tidak berubah: manusia tetap membutuhkan petunjuk Allah. Tugas kita bukan menjauhkan generasi muda dari perkembangan zaman, melainkan membimbing mereka agar mampu memanfaatkan kemajuan zaman dengan hati yang tetap berpegang kepada Allah SWT,” tegasnya.
Srikandi Ihsan Nusantara Menjadi Penggerak Perempuan Berilmu dan Berakhlak
abu muda syukri walk menegaskan bahwa Srikandi Ihsan Nusantara tidak boleh berhenti sebagai perkumpulan silaturahmi, tetapi harus berkembang menjadi gerakan pemberdayaan perempuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia berharap lahir sosok-sosok Srikandi yang berilmu, berakhlak, percaya diri, mampu memimpin, memahami perkembangan zaman, dan tetap menjaga kedekatan hati kepada Allah SWT.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun keluarga, mendidik generasi penerus, mengembangkan pendidikan, serta memperkuat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.
Dalam perjalanan mempelajari tasawuf, Marniati juga menjalin persaudaraan dengan berbagai kalangan, termasuk sahabat-sahabat di Kelantan dan Terengganu, Malaysia, yang memiliki perhatian terhadap ilmu tauhid dan tasawuf.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa nilai-nilai spiritual dapat menjadi jembatan persaudaraan lintas daerah dan negara. Karena itu, Srikandi Ihsan Nusantara diharapkan mampu memperluas jaringan persatuan perempuan dari Aceh, Sumatera, berbagai wilayah Indonesia, Malaysia, hingga negara-negara Nusantara lainnya.
Perjuangan Dakwah Bukan untuk Saling Mengalahkan
Dalam kesempatan itu, Marniati juga menyampaikan pesan penting tentang perlunya membangun persatuan di antara lembaga, organisasi, dan kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang dakwah dan pengabdian.
Menurutnya, setiap pihak memiliki jalur perjuangan masing-masing. Ada yang bergerak melalui pendidikan, dakwah, keluarga, ekonomi, sosial, kemanusiaan, maupun teknologi digital.
Perbedaan cara dan pendekatan tersebut seharusnya menjadi kekuatan untuk saling melengkapi, bukan alasan untuk bersaing secara tidak sehat.
“Jangan kita melihat lembaga lain sebagai pesaing. Semua adalah pejuang. Jalannya boleh berbeda, tetapi tujuan besarnya sama, yaitu membawa manusia kepada kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pesannya.
Ia mengajak seluruh elemen umat untuk bekerja sama tanpa saling menyakiti, saling menjatuhkan, ataupun merasa paling benar sendiri.
Dato Rozana juga hadir sebagai ketua Srikandi Nusantara Malaysia menyampaikan dalam sambutan nya : Semangat persaudaraan, saling menghormati, dan kasih sayang harus menjadi landasan dalam memperluas syiar dakwah Islam, sehingga persatuan umat dapat terus diperkuat di tengah berbagai perbedaan.
Enam Program Strategis Srikandi Ihsan Nusantara
Untuk mewujudkan gerakan yang berkelanjutan, mengusulkan enam program yang dapat dikembangkan bersama oleh Srikandi Ihsan Nusantara.
Pertama, Srikandi Belajar. Program kajian tauhid, tasawuf, akhlak, dan pengembangan diri yang dikemas secara sederhana dan relevan bagi perempuan, mahasiswa, serta generasi muda.
Kedua, Srikandi Muda. Pembinaan kader perempuan muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berkarakter, percaya diri, dan mampu menjadi pemimpin di lingkungannya.
Ketiga, Srikandi Kampus. Pengembangan kegiatan dakwah, penguatan spiritualitas, kepemimpinan, dan pembentukan karakter di lingkungan perguruan tinggi.
Keempat, Srikandi Keluarga. Penguatan peran perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga, karena kualitas keluarga merupakan salah satu fondasi penting bagi masa depan umat.
Kelima, Srikandi Nusantara Bersama. Pembangunan jaringan persaudaraan perempuan lintas daerah di Indonesia, Malaysia, dan negara-negara Nusantara lainnya yang memiliki perhatian terhadap pendidikan, akhlak, dakwah, dan spiritualitas.
Keenam, Srikandi Digital. Pemanfaatan media sosial dan teknologi sebagai sarana menyebarkan pesan dakwah, kasih sayang, persatuan, dan nilai-nilai kebaikan dengan bahasa yang santun serta dekat dengan generasi muda.
Melalui program tersebut, Srikandi Ihsan Nusantara diharapkan mampu membangun gerakan yang tidak hanya berorientasi pada pertemuan, tetapi juga menghasilkan kegiatan nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Semangat yang ingin dibangun adalah belajar bersama, berjuang bersama, dan saling menguatkan tanpa menjatuhkan satu sama lain.
Melanjutkan Warisan Perjuangan Abuya untuk Generasi Mendatang
Srikandi Ihsan nusantara mengharaokan Abu Muda Syukri Waly bersama anak-anak Abuya lainnya, keluarga, para murid, dan kader dakwah dapat menerus kan terus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menjaga serta mengembangkan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan.
Bagi Marniati, warisan perjuangan seorang ulama bukan semata-mata tentang masa lalu, melainkan amanah untuk membangun masa depan umat.
“Yang diwariskan adalah nilai, yang kita lanjutkan adalah perjuangan, dan yang kita bangun bersama adalah masa depan umat,” menjadi pesan yang sejalan dengan semangat Srikandi Ihsan Nusantara.
Menyatukan Perempuan, Menguatkan Umat, dan Memperluas Syiar Dakwah
Deklarasi Srikandi Ihsan Nusantara di Universitas Ubudiyah Indonesia diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam memperkuat persatuan perempuan dan syiar dakwah Islam di seluruh Indonesia.
Gerakan ini membawa semangat untuk menjadikan perempuan sebagai penggerak ilmu, penjaga akhlak, penguat keluarga, pembimbing generasi muda, serta pelopor kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Dengan semangat tersebut, Srikandi Ihsan Nusantara diharapkan tumbuh menjadi gerakan perempuan yang mampu menjembatani persaudaraan lintas daerah dan negara, memperkuat persatuan umat Islam, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih berakhlak, damai, dan berlandaskan nilai-nilai ketuhanan.
Acara ini dihadiri oleh Ketua-ketua srikandi dari 15 Provinsi di indonesia dan Ketua srikandi Malaysia.












