Warga Aceh Tewas Dikeroyok di Sibolga, Dek Gam: Hukum Pelaku Seberat-beratnya !

BERITA107 Dilihat

BANDA ACEH — Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, Nazaruddin Dek Gam, menyoroti kasus seorang pemuda asal Aceh, Arjuna Tamaraya (21 tahun), yang tewas dianiaya sekelompok orang di kawasan Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendesak Kapolda Sumatera Utara memberikan perhatian serius dan menindak para pelaku dengan hukuman seberat-beratnya.

“Ini tindakan kejam dan tidak manusiawi. Kapolda Sumut harus memberi efek jera kepada para pelaku,” kata Dek Gam dalam keterangan tertulis, Selasa, 4 November 2025.

Dek Gam menyebut peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat lalu, dini hari. Berdasarkan keterangan yang berkembang, katanya, korban saat itu sedang beristirahat di area masjid. Tanpa sebab yang jelas, beberapa orang mendatanginya dan diduga melakukan pengeroyokan brutal.

“Akibat luka parah yang dialami, Arjuna Tamaraya akhirnya meninggal dunia. Di dalam masjid, warga kami dari Aceh dikeroyok hingga tewas. Padahal korban hanya beristirahat sebentar. Ini benar-benar tidak bisa diterima,” ujar Dek Gam.

Menurut presiden klub Persiraja itu, kejadian tersebut bukan hanya melukai keluarga korban, tetapi juga menyakiti perasaan masyarakat Aceh secara keseluruhan, terutama karena peristiwa itu terjadi di tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siapa pun.

Dek Gam meminta kepolisian tidak berhenti pada penangkapan pelaku, melainkan juga mengusut tuntas motif di balik aksi biadab tersebut. Ia menekankan pentingnya proses hukum yang transparan agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan rasa keadilan.

“Periksa juga kemungkinan para pelaku ini terlibat penyalahgunaan narkoba. Mereka harus dihukum setimpal. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penanganan kasus ini,” ujarnya.

Hingga kini, sejumlah pelaku dikabarkan telah diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, proses penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan peran masing-masing pelaku dan mengungkap motif utama di balik penganiayaan tersebut.

Dek Gam juga menyerukan kepada masyarakat Aceh di perantauan agar tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian. Ia berharap kasus ini menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi tindakan kekerasan sejenis di masa mendatang.

“Ini bukan sekadar soal korban dari Aceh, tapi soal kemanusiaan. Negara harus hadir memberikan rasa aman bagi seluruh warganya, di mana pun mereka berada,” pungkas Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *