Warga Aceh Terdampak Banjir Harus Mengantri BBM Hingga 500 Meter, PPA Kecam Kegagalan Distribusi

BERITA57 Dilihat

 

Banda Aceh — Banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh telah menimbulkan kesulitan luar biasa bagi masyarakat. Namun, di tengah kondisi darurat ini, warga Banda Aceh harus menghadapi masalah tambahan antrean BBM yang panjang hingga sekitar 500 meter. Sejak pukul 07.00 WIB pagi, kendaraan mengantre untuk mendapatkan BBM, dan hingga pukul 14.00 WIB antrean tersebut masih belum terselesaikan.

Situasi ini menimbulkan keprihatinan yang  mendalam karena masyarakat yang sudah terdampak banjir harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean. Banyak warga yang terpaksa menunda aktivitas penting, termasuk mobilisasi bantuan, transportasi logistik, dan kebutuhan sehari-hari.

Wakil Ketua Umum PPA, Nurfuadi, menyampaikan kritik keras terhadap pihak terkait:
Antrean BBM sepanjang ini di tengah bencana banjir adalah bukti nyata kegagalan manajemen distribusi. Warga sudah kesulitan karena banjir, namun mereka kini harus menghadapi masalah tambahan yang seharusnya bisa dicegah. Pemerintah dan Pertamina tidak boleh lagi bersikap lambat atau sekadar memberi imbauan, tegasnya.

Nurfuadi menambahkan, Kondisi ini memperlihatkan lemahnya koordinasi, pengawasan, dan prioritas dalam distribusi BBM, padahal kebutuhan masyarakat saat bencana sangat mendesak. Setiap menit yang hilang di antrean bisa berarti hambatan bagi bantuan darurat dan keselamatan warga.

Untuk segera mengatasi masalah ini dan mencegah dampak yang lebih parah, PPA mendorong langkah-langkah berikut:

1. Distribusi Darurat Prioritas Wilayah Banjir
Pengiriman BBM tambahan harus diprioritaskan ke SPBU di wilayah terdampak banjir (Aceh, Sumut dan Sumbar) agar masyarakat tidak terjebak antrean panjang.

2.Pengawasan Ketat dan Transparan
Penimbunan atau penyalahgunaan BBM di wilayah terdampak banjir harus dicegah melalui patroli dan pemantauan intensif.

3. Informasi Ketersediaan BBM Secara Real-Time
Stok BBM dan jadwal kedatangan harus diinformasikan secara terbuka melalui media sosial, aplikasi, dan papan pengumuman SPBU, sehingga masyarakat bisa mengatur waktu pengisian dengan aman.

4 Tindakan Tegas terhadap Pelanggaran
SPBU atau oknum yang memperparah antrean di tengah bencana harus dikenai sanksi tegas agar tidak merugikan warga lebih lanjut.

Kami mendesak pemerintah bertindak cepat dan serius. Antrean panjang di tengah banjir menunjukkan bahwa distribusi BBM harus dikelola secara profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Rakyat Aceh tidak boleh terus menjadi korban kelambanan birokrasi, tutup Nurfuadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *