Wagub Aceh Soroti Harga Tiket Mahal Saat Peresmian Pesawat Manasik Haji

BERITA16 Dilihat

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Fadhlullah menyoroti tingginya harga tiket pesawat rute Aceh–Jakarta, serta terbatasnya konektivitas udara dari dan ke Aceh. Dia menilai kondisi tersebut ironis karena perjalanan melalui Kuala Lumpur justru bisa lebih murah dibandingkan penerbangan langsung.

“Kami berharap dapat dilakukan penyesuaian sehingga harga tiket dan berbagai kendala lainnya dapat teratasi,” kata Fadhlullah saat menghadiri peresmian pesawat simulasi dan Gedung A2 Grand Misfalah yang dibangun melalui skema SBSN 2025 di Asrama Haji Kelas I Aceh, Banda Aceh, Ahad, 15 Februari 2026.

Peresmian fasilitas tersebut dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, bersama Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan. Ikut hadir Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Direktur Utama Citilink, anggota DPR RI, dan unsur Forkopimda.

Fadhlullah menyampaikan harga tiket penerbangan dari Aceh menuju Jakarta saat ini masih relatif tinggi. Menurutnya kondisi ini perlu menjadi perhatian maskapai agar akses transportasi masyarakat Aceh semakin terjangkau.

Selain itu, ia juga berharap Garuda Indonesia dapat kembali membuka rute Banda Aceh–Medan yang dinilai sangat strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

Tak hanya itu, Fadhlullah turut mendorong pembukaan penerbangan reguler langsung bagi jamaah umrah dari Aceh menuju Arab Saudi. Ia menyebut jumlah jamaah umrah asal Aceh mencapai lebih dari 30 ribu orang setiap tahun sehingga membutuhkan dukungan konektivitas udara yang memadai.

Di sisi lain, Fadhlullah juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki kekhususan sebagaimana diatur dalam undang-undang, sehingga setiap kebijakan kementerian di tingkat pusat diharapkan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan daerah tersebut.

Sementara itu, Dahnil menegaskan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan pelayanan haji, umrah, serta transportasi udara bagi masyarakat Aceh.

Dalam kegiatan tersebut, Fadhlullah juga mengapresiasi kehadiran pesawat simulasi yang menjadi sarana manasik haji menggunakan badan pesawat asli. Ia menilai fasilitas tersebut akan meningkatkan kesiapan teknis dan mental calon jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Ia turut mengaitkan pembangunan fasilitas tersebut dengan sejarah perjuangan rakyat Aceh, termasuk dukungan pembelian pesawat untuk Republik Indonesia yang diprakarsai saat kunjungan Presiden Soekarno ke Aceh pada 1948. Dukungan tersebut kemudian menjadi tonggak perkembangan penerbangan nasional Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *