RSUDZA Berhasil Lakukan Operasi Cerebrovascular Perdana, Menkes Janjikan Tambahan Fasilitas

BERITA, KESEHATAN71 Dilihat

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi atas dukungan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, dalam keberhasilan Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) melaksanakan operasi cerebrovascular pertama di Aceh.

Apresiasi itu disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, dalam konferensi video bersama Menkes, Minggu, 7 September 2025.

“Terima kasih atas dukungan Pak Menteri dan tim RS PON yang telah bekerja sama dengan tim bedah RSUDZA, sehingga operasi cerebrovascular pertama ini berhasil dilakukan di Aceh,” kata Nasir.

Operasi cerebrovascular merupakan tindakan bedah saraf pada pembuluh darah otak untuk menangani kondisi seperti penyumbatan, aneurisma, atau malformasi arteriovenosa, yang umumnya dialami pasien stroke.

Nasir menegaskan, operasi perdana ini menjadi momentum bagi Aceh untuk meningkatkan layanan kesehatan. Pemerintah daerah akan memperkuat ketersediaan SDM dokter spesialis, memperbaiki sarana prasarana, serta memastikan kesiapan RSUDZA sebagai pengampu bagi rumah sakit regional yang akan dibuka di berbagai kabupaten/kota.

“Yang utama adalah menyiapkan SDM. Saat alat tiba, dokter bisa langsung mengoperasikannya. Kalau diperlukan tempat khusus yang lebih representatif, Pemerintah Aceh juga siap memfasilitasi,” kata Nasir.

Dalam kesempatan itu, Menkes Budi Gunadi memastikan Kemenkes akan menyerahkan 514 CT Scan dan 514 Cath Lab ke rumah sakit daerah di luar Pulau Jawa, termasuk RSUDZA. Ia juga menyetujui permintaan tambahan mikroskop neurosurgery agar Aceh tak lagi bergantung pada rujukan pasien ke luar daerah.

“Kelengkapan alat dan kesiapan SDM akan meminimalisir rujukan. Pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh. Kami harap dokter-dokter spesialis saraf Aceh bisa terus ditingkatkan, bahkan disekolahkan ke luar negeri bila perlu,” kata Budi.

Dengan gaya bercanda, Menkes juga berharap dokter asal Aceh benar-benar mengabdi di tanah kelahirannya. “Kalau dari Jawa, usahakan yang bujang, nanti dinikahkan dengan dara Aceh biar tidak pulang lagi ke Jawa,” ujarnya disambut tawa peserta rapat virtual.

Budi menambahkan, dukungan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Aceh.

“Selamat untuk tim RSUDZA, terus tingkatkan kapasitas, layani masyarakat dengan baik. Harapan kita tidak ada masyarakat Aceh yang wafat di bawah usia 74 tahun,” pungkas Menkes.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *