PPA Perkuat Perjuangan Berbasis Nilai Keagamaan dan Kearifan Lokal Aceh

BERITA135 Dilihat

BANDA ACEH – Partai Perjuangan Aceh (PPA) terus memperkuat arah perjuangan politiknya dengan menempatkan nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal Aceh sebagai bagian penting dalam membangun gerakan politik yang dekat dengan masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya PPA untuk menghadirkan politik yang tidak hanya berorientasi pada kepentingan politik, tetapi juga berpijak pada karakter, budaya, serta nilai-nilai yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat Aceh.

Ketua Umum PPA, Prof. Adjunct Dr. Marniati, M.Kes, menegaskan bahwa nilai keagamaan dan kearifan lokal merupakan kekuatan penting dalam membangun kehidupan masyarakat Aceh yang berkarakter, bermartabat, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, perjuangan politik harus memiliki landasan nilai yang kuat agar setiap langkah organisasi tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Politik harus menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, nilai keagamaan, budaya, dan kearifan lokal Aceh perlu menjadi bagian dari semangat perjuangan,” ujar Marniati.

Ia mengatakan, Aceh memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat. Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu dirawat dan diterjemahkan secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran politik.

PPA memandang penguatan nilai lokal tidak berarti menutup diri terhadap perkembangan zaman. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut dapat menjadi fondasi dalam menghadapi berbagai perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan politik yang terus berkembang.

Dalam konteks tersebut, PPA mendorong kader dan seluruh elemen partai untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung serta membangun komunikasi yang terbuka dengan berbagai kelompok.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya perjuangan politik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus tetap menghormati karakter dan identitas Aceh.

Selain nilai keagamaan dan kearifan lokal, penguatan organisasi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan PPA. Konsolidasi internal diperlukan untuk memastikan seluruh unsur organisasi memiliki pemahaman yang sejalan terhadap arah perjuangan partai.

Marniati juga menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan Aceh. Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam berbagai ruang pembangunan dan kehidupan sosial perlu terus didorong.

“Generasi muda tidak hanya perlu dipandang sebagai objek pembangunan, tetapi juga sebagai bagian penting dari kekuatan masyarakat yang memiliki gagasan, kreativitas, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

Dengan menggabungkan nilai keagamaan, kearifan lokal, penguatan organisasi, serta keterlibatan generasi muda, PPA berupaya membangun identitas perjuangan yang berakar pada karakter masyarakat Aceh.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen PPA untuk terus mendekatkan politik dengan kebutuhan masyarakat, menjaga nilai-nilai yang menjadi identitas Aceh, dan mendorong pembangunan daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Bagi PPA, perjuangan politik bukan semata-mata mengenai kontestasi, tetapi juga tentang bagaimana membangun kepercayaan masyarakat dan menghadirkan kontribusi nyata bagi Aceh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *