BANDA ACEH – Kehadiran Partai Perjuangan Aceh (PPA) sebagai partai lokal Aceh mulai mendapat perhatian sebagai kekuatan politik baru yang membawa semangat perubahan dan perjuangan bagi masyarakat Aceh.
Dengan mengusung semangat “Pilihan Baru Bansigom Rakyat Aceh”, PPA hadir membawa konsep politik yang terbuka, merangkul seluruh elemen masyarakat, serta membangun kekuatan organisasi hingga ke tingkat kabupaten/kota bahkan sampai ke tingkat desa.
Sekretaris Jenderal Partai Perjuangan Aceh, T. Rayuan Sukma, mengatakan bahwa PPA dibangun sebagai wadah perjuangan bersama masyarakat Aceh untuk menghadirkan arah baru dalam pembangunan dan politik daerah.
“PPA hadir bukan hanya sebagai partai politik, tetapi sebagai rumah besar perjuangan masyarakat Aceh. Kami ingin menghadirkan politik yang memberikan solusi, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta membawa Aceh lebih maju dan bermartabat,” ujar T. Rayuan Sukma.
Menurutnya, salah satu kekuatan utama PPA adalah komposisi kepengurusan yang berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari mantan birokrat Aceh, pengusaha, pensiunan TNI/Polri, akademisi, tokoh pemuda, kaum perempuan, hingga berbagai elemen masyarakat lainnya ikut mengambil bagian dalam perjalanan partai.
“Keberagaman pengurus menjadi kekuatan PPA. Semua bergabung dengan pengalaman dan kemampuan masing-masing untuk memberikan kontribusi terbaik bagi Aceh,” katanya.
Dipimpin Akademisi dan Pengusaha dengan Jejaring Nasional-Internasional
T. Rayuan Sukma menyebut, PPA memiliki keunggulan dengan kepemimpinan Ketua Umum Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes, yang dikenal sebagai akademisi, profesional, dan pengusaha.
Selain memiliki pengalaman dalam dunia pendidikan dan bisnis, Ketua Umum PPA juga memiliki jejaring luas hingga tingkat nasional dan internasional yang dapat menjadi modal penting dalam membuka peluang kerja sama dan investasi bagi Aceh.
“Beliau memiliki jaringan yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Melalui jejaring tersebut, banyak tokoh penting dan mitra dari luar negeri yang telah hadir ke Aceh untuk melihat langsung potensi daerah ini,” ungkap T. Rayuan Sukma.
Menurutnya, kehadiran berbagai jaringan tersebut menjadi bukti bahwa Aceh memiliki potensi besar apabila mampu menghubungkan sumber daya lokal dengan peluang global.
ASSIPA-SIS, Bukti Nyata Membawa Jejaring Internasional ke Aceh
Salah satu contoh nyata dari pengembangan jejaring internasional tersebut adalah hadirnya Akademi Sepak Bola ASSIPA-SIS di Aceh.
Program ini menjadi langkah strategis dalam membangun pembinaan generasi muda Aceh melalui pendekatan sepak bola modern dengan mengadopsi sistem pembinaan yang terhubung dengan jaringan sepak bola Spanyol.
“ASSIPA-SIS bukan hanya tentang sepak bola, tetapi bagaimana membuka wawasan generasi muda Aceh agar mampu bersaing dengan standar internasional. Ini adalah bentuk investasi sumber daya manusia Aceh untuk masa depan,” jelasnya.
T. Rayuan Sukma menegaskan bahwa PPA akan terus mendorong berbagai program yang mampu meningkatkan kualitas masyarakat Aceh, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, olahraga, maupun pembangunan sumber daya manusia.
Membangun Mesin Partai Hingga Tingkat Desa
Saat ini, PPA terus memperkuat struktur organisasi dengan membangun kepengurusan di seluruh kabupaten/kota hingga tingkat desa.
Menurut T. Rayuan Sukma, keberhasilan membangun struktur tersebut menunjukkan bahwa PPA diterima oleh masyarakat dan menjadi salah satu pilihan baru dalam perjalanan politik Aceh.
“Kami terus bergerak membangun mesin partai di seluruh Aceh menghadapi masa depan politik yang lebih baik. PPA terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin bersama-sama membangun Aceh,” ujarnya.
Dengan dukungan kader dari berbagai latar belakang, jaringan nasional dan internasional, serta semangat perjuangan bersama, PPA optimistis dapat menjadi kekuatan baru dalam memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh.












