PKKMB UNIGHA 2026: Cetak Generasi Berkarakter dan Berintegritas, Rektor Ajak Mahasiswa Baru Berani Bermimpi Besar

BERITA6 Dilihat

Sigli – Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi sekaligus membangun karakter, integritas, wawasan kebangsaan, dan semangat meraih masa depan.

Mengusung semangat “Membangun Generasi Muda yang Unggul, Berkarakter, Berintegritas, dan Berdaya Saing,” kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si. dan H. Samhudi, S.Si. dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, serta Hymne Universitas
Jabal Ghafur. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor Universitas Jabal Ghafur dan Ketua Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur.

Rektor Universitas Jabal Ghafur, Dr. Heri Fajri, M.Pd., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada mahasiswa baru agar menjadikan awal perkuliahan sebagai momentum untuk menentukan arah masa depan.

Rektor mengajak mahasiswa baru untuk tidak membatasi cita-cita dan berani bermimpi besar. Menurutnya, menjadi mahasiswa merupakan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan, membangun jaringan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Mahasiswa baru juga didorong untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebaik mungkin. Tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuan, kreativitas, kepemimpinan, kedisiplinan dan pengalaman organisasi.

“Beranilah bermimpi besar. Jangan membatasi masa depan hanya karena kita berasal dari daerah. Hari ini kalian adalah mahasiswa baru, tetapi beberapa tahun ke depan kalian bisa menjadi pendidik, pengusaha, profesional, aparatur negara bahkan pemimpin yang memberikan perubahan bagi masyarakat. Mulailah mimpi itu dari Universitas Jabal Ghafur,” pesan Rektor kepada mahasiswa baru.

Ia berharap mahasiswa mampu menjalani proses pendidikan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan kampus sebagai tempat untuk menempa kemampuan sekaligus membentuk karakter.

Ketua Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur, T. Yasman Saputra, S.H., M.H., turut menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri.

Yayasan menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan Universitas Jabal Ghafur sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas, berkarakter dan memiliki daya saing.

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak semata-mata berorientasi pada memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, mahasiswa harus memiliki integritas, etika, tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa Universitas Jabal Ghafur tidak hanya mengejar gelar, tetapi benar-benar mempersiapkan diri menjadi generasi yang memiliki ilmu, karakter dan integritas. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jaga nama baik almamater, dan jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” pesannya.

Yayasan bersama jajaran Universitas Jabal Ghafur akan terus bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan lingkungan kampus yang mendukung mahasiswa untuk berkembang serta mempersiapkan masa depan.

Memasuki sesi materi, Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si. tampil sebagai pemateri sesi pertama.
Di hadapan mahasiswa baru, ia membawakan materi “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.”

Materi tersebut menjadi bagian penting dalam PKKMB untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kedudukannya sebagai generasi penerus bangsa. Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga perlu memiliki wawasan kebangsaan, memahami jati diri bangsa, mencintai tanah air serta memiliki kesadaran untuk ikut menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Sebagai generasi muda, mahasiswa juga memiliki peran strategis dalam menjaga dirinya dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan. Dalam konteks tersebut, lingkungan perguruan tinggi diharapkan menjadi ruang yang sehat bagi tumbuhnya generasi muda yang produktif, berintegritas dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

Pembinaan kesadaran bela negara bagi mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui pemahaman kebangsaan, tetapi juga dapat tercermin melalui kedisiplinan, tanggung jawab, prestasi, kepedulian terhadap lingkungan serta kontribusi positif bagi masyarakat.

Pada sesi kedua, mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai “Pengembangan Karakter Mahasiswa” yang disampaikan oleh H. Samhudi, S.Si. dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie.

Materi pengembangan karakter menjadi bagian penting karena kehidupan perguruan tinggi tidak hanya menuntut kecerdasan intelektual, tetapi juga membutuhkan kematangan sikap dan kepribadian.

Mahasiswa diarahkan untuk membangun karakter yang mencerminkan nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, etika, kemampuan menghargai sesama serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Sebagai bagian dari kelompok terdidik di tengah masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan dan menunjukkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif, baik selama berada di lingkungan kampus maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.

Penguatan karakter tersebut sekaligus melengkapi materi wawasan kebangsaan yang diberikan pada sesi sebelumnya. Dengan demikian, mahasiswa baru tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai tanggung jawab sebagai warga negara, tetapi juga mendapatkan fondasi karakter untuk menjalani kehidupan sebagai mahasiswa.

Selain penguatan wawasan kebangsaan dan karakter, rangkaian PKKMB juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kehidupan akademik yang akan mereka jalani.

Pada Sesi III, mahasiswa memperoleh materi mengenai “Sistem Pendidikan Tinggi di UNIGHA” yang disampaikan oleh unsur akademik Universitas Jabal Ghafur.

Melalui sesi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan sistem dan proses akademik di lingkungan universitas. Pemahaman sejak awal diharapkan membantu mahasiswa menjalani proses perkuliahan dengan tertib, disiplin dan bertanggung jawab hingga menyelesaikan pendidikan.

Rangkaian PKKMB Universitas Jabal Ghafur Tahun Akademik 2026/2027 juga diisi dengan materi dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Jabal Ghafur.

Materi tersebut disampaikan oleh Umar Mahdi, S.H., M.H., yang memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, saling menghormati, dan terbebas dari berbagai bentuk kekerasan.

Pembekalan ini menjadi penting bagi mahasiswa baru agar sejak awal memahami bahwa kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan proses akademik, tetapi juga bagaimana membangun interaksi yang sehat dan menghargai hak serta martabat setiap warga kampus.

Dalam materi tersebut, mahasiswa diberikan penguatan mengenai pentingnya pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, keberanian untuk tidak membiarkan terjadinya tindakan yang merugikan orang lain, serta pentingnya memahami mekanisme penanganan dan pelaporan apabila menemukan atau mengalami tindakan kekerasan di lingkungan kampus.

Melalui rangkaian PKKMB Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Jabal Ghafur berupaya memberikan fondasi awal yang kuat bagi mahasiswa baru sebelum memasuki proses perkuliahan.

Universitas Jabal Ghafur dan Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur berharap mahasiswa baru mampu menjadikan PKKMB sebagai titik awal untuk mengenali potensi diri, membangun karakter dan menentukan cita-cita yang ingin diwujudkan.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, integritas dan keberanian untuk bermimpi, mahasiswa baru diharapkan kelak mampu menjadi generasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, Aceh dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *