SIGLI, 3 September 2026 — Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengajak mahasiswa baru Universitas Jabal Ghafur (UNIGHA) untuk memperkuat nasionalisme, membangun karakter, serta menjadikan semangat perjuangan masyarakat Aceh sebagai inspirasi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Kepala BNNP Aceh saat menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Jabal Ghafur Tahun 2026, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Jabal Ghafur tersebut diikuti sekitar 400 mahasiswa baru.
Dalam pemaparannya, Kepala BNNP Aceh menekankan bahwa kehidupan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga menjadi momentum untuk membentuk jati diri, karakter, integritas, wawasan kebangsaan, dan kesadaran bela negara.
Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang sebagai daerah dan masyarakat pejuang yang memberikan kontribusi besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pengorbanan para pendahulu tersebut harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk memiliki rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Semangat perjuangan dan pengorbanan para pendahulu harus kita wariskan kepada generasi muda. Mahasiswa Aceh harus memiliki rasa nasionalisme yang kuat, karena Aceh telah memberikan kontribusi yang besar dalam perjalanan perjuangan bangsa Indonesia,” ujar Dedy.
Ia menambahkan, semangat bela negara pada era saat ini dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan positif, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menaati aturan, berprestasi, serta menjauhkan diri dari narkoba dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Selain penguatan wawasan kebangsaan, Kepala BNNP Aceh juga memberikan perhatian khusus terhadap ancaman narkoba yang semakin berkembang dan menyasar kalangan generasi muda.
Mahasiswa diingatkan untuk tidak menganggap remeh penggunaan vape atau rokok elektronik. Perkembangan modus penyalahgunaan narkoba kini juga menyasar cairan vape (liquid) yang dapat disalahgunakan dengan mencampurkan atau mengandung zat-zat berbahaya.
Di antaranya adalah etomidate, methamphetamine (sabu), cannabis, dan ketamin. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa modus peredaran dan penyalahgunaan narkoba terus berkembang sehingga diperlukan kewaspadaan dan literasi yang lebih baik di kalangan generasi muda.
“Jangan mudah percaya bahwa sesuatu yang berbentuk vape atau liquid pasti aman. Mahasiswa harus memiliki pengetahuan dan keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba. Jangan sampai masa depan yang sedang dibangun di bangku kuliah rusak karena narkoba,” tegasnya.
Kepala BNNP Aceh juga mengajak mahasiswa untuk menjadi bagian dari upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan pertemanan hingga lingkungan kampus.
*Belajar Sungguh-Sungguh dan Manfaatkan Waktu dengan Positif*
Di akhir sesi, Kepala BNNP Aceh berpesan kepada seluruh mahasiswa baru UNIGHA agar bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
Mahasiswa diminta memanfaatkan waktu luang dengan berbagai kegiatan positif dan bermanfaat, mengembangkan potensi diri, serta membangun prestasi sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan waktu luang dengan kegiatan yang positif. Dengan kesungguhan, disiplin, dan kerja keras, kalian pasti dapat menjadi manusia yang hebat dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.”
Kegiatan PKKMB Universitas Jabal Ghafur Tahun 2026 berlangsung dengan baik dan mendapat perhatian dari mahasiswa baru. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya nasionalisme, bela negara, serta bahaya penyalahgunaan narkoba.
*HUMAS BNNP ACEH*






