Pemkab Aceh Besar Perketat Pengawasan, Kebutuhan Meugang Dipastikan Tercukupi

BERITA33 Dilihat

 

Kota Jantho – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H, geliat ekonomi masyarakat mulai terasa di Pasar Induk Lambaro. Aktivitas jual beli di pusat perdagangan terbesar di Kabupaten Aceh Besar itu mengalami peningkatan signifikan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menyambut tradisi meugang.

Pantauan di lapangan pada Rabu (18/3/2026) menunjukkan suasana pasar yang ramai sejak pagi hari. Warga tampak memadati area pasar untuk berbelanja berbagai kebutuhan, menciptakan suasana yang hidup dengan aktivitas tawar-menawar yang berlangsung di hampir seluruh sudut pasar.

Salah seorang penjual daging, Muzzani atau yang akrab disapa Koni, mengakui bahwa lonjakan pembeli mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. “Menjelang meugang Idul Fitri ini pembeli sudah mulai ramai. Hampir setiap hari meningkat, apalagi mendekati hari puncak nanti,” ujarnya, Selasa 17 Maret 2026.

Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Darwin, yang menyebutkan aktivitas pasar sudah mulai menggeliat sejak pagi, namun tetap berlangsung tertib dan kondusif. “Dari pagi sudah ramai, tapi sekarang jauh lebih tertib. Pembeli juga lebih nyaman,” katanya.

Pemerintah Pastikan Stok Daging Meugang Tercukupi

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, M. Ali, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pengawasan intensif guna memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat menjelang meugang tetap aman dan mencukupi.

Ia menyampaikan bahwa Dinas Pertanian melalui bidang peternakan terus memantau ketersediaan pasokan, tidak hanya untuk Aceh Besar, tetapi juga untuk wilayah Banda Aceh dan Sabang yang selama ini bergantung pada suplai dari Aceh Besar.

“Insyaallah persediaan untuk meugang tahun ini tercukupi, karena kita terus melakukan pengawasan secara intensif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan oleh petugas di seluruh kecamatan melalui Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang berjumlah 12 unit. Setiap pekan, petugas rutin memantau kondisi kesehatan hewan untuk memastikan kelayakan sebelum didistribusikan ke masyarakat.

“Petugas kita di 12 Poskeswan (Pos Kesehatan Hewan) terus memantau kesehatan hewan setiap minggu. Ini bagian dari upaya kita agar pelaksanaan meugang berjalan sesuai harapan seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau para pelaku usaha, khususnya pedagang dan pemilik ternak, untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau RTH Lambaro yang telah memiliki sertifikasi halal.

“Kami sangat berharap kepada para toke atau pedagang yang ingin melakukan penyembelihan agar dilakukan di RTH Lambaro. Fasilitas ini sudah memiliki sertifikat halal dan memenuhi standar yang ditetapkan,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa biaya jasa pemotongan di RTH Lambaro relatif terjangkau, yakni sebesar Rp65 ribu per ekor, sebagaimana tercantum dalam papan informasi resmi di lokasi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas pasar guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terkendali menjelang Idul Fitri.

Upaya penataan pasar yang dilakukan sebelumnya kini mulai menunjukkan hasil positif, tidak hanya dari sisi kenyamanan, tetapi juga dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga mengimbau seluruh pedagang dan masyarakat untuk terus menjaga ketertiban serta kebersihan pasar, sehingga suasana kondusif ini dapat terus dipertahankan, terutama pada puncak aktivitas menjelang Hari Raya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *