Pemkab Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula

BERITA18 Dilihat

*Bagian Evaluasi Program Prioritas Bupati Syech Muharram

KOTA JANTHO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula bagi murid jenjang Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Piloting Tahun Ajaran 2025–2026 di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026).

Lomba tersebut menjadi ajang evaluasi satu tahun pelaksanaan program Beut Kitab Bak Sikula yang merupakan salah satu program prioritas Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris (Syech Muharram).

Pelaksanaan lomba dengan cabang yang diperlombakan meliputi lomba baca kitab Jawi, lomba baca surah, serta lomba praktik ibadah untuk jenjang SD dan SMP tersebut akan berlangsung selama dua hari dengan melibatkan sebanyak 230 peserta dari 23 SD dan 23 SMP piloting di seluruh Aceh Besar. Pada hari pertama diikuti 115 peserta tingkat SD, sementara hari kedua akan diikuti 115 peserta tingkat SMP.

Lomba tersebut dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi, yang dalam sambutannya menegaskan, Beut Kitab Bak Sikula merupakan program unggulan yang digagas Bupati Aceh Besar dan kini mulai mendapat perhatian dari daerah lain.

“Program ini merupakan program prioritas Bapak Bupati Aceh Besar. Bahkan sudah mendapat pengakuan dari sejumlah kabupaten lain yang berencana menerapkan program serupa di wilayah mereka,” kata Rahmawati.

Menurutnya, menghadirkan pendidikan dayah ke dalam lingkungan sekolah formal bukanlah perkara mudah. Namun, Aceh Besar mampu membuktikan bahwa kolaborasi antara pendidikan umum dan pendidikan keagamaan dapat berjalan dengan baik.

“Menghadirkan dayah ke sekolah merupakan sebuah program yang sangat luar biasa. Ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi Alhamdulillah berhasil diwujudkan di Aceh Besar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak,” ujarnya.

Rahmawati menjelaskan, pelaksanaan lomba tersebut bukan semata-mata untuk menentukan pemenang, melainkan menjadi instrumen evaluasi terhadap capaian program yang telah dijalankan sejak diluncurkan pada tahun 2025.

“Momentum ini menjadi evaluasi terhadap satu tahun pelaksanaan program Beut Kitab Bak Sikula. Hasil lomba hari ini akan menjadi acuan bagi kami dalam menyempurnakan pelaksanaan program ke depan. Apa yang masih kurang akan menjadi fokus perbaikan agar target yang diharapkan dapat tercapai lebih maksimal,” terangnya.

Ia mengungkapkan, salah satu bukti keberhasilan program tersebut terlihat dari kunjungan DPRK Kabupaten Bireuen yang secara khusus datang untuk mempelajari sejumlah program pendidikan di Aceh Besar, termasuk Beut Kitab Bak Sikula beberapa waktu lalu.

“Mereka menyampaikan bahwa program menghadirkan dayah ke sekolah merupakan gagasan yang sangat luar biasa. Selain itu, mereka juga mempelajari pelaksanaan program tahfiz dan berbagai bentuk implementasi keistimewaan Aceh di bidang pendidikan yang diterapkan di Aceh Besar,” sebutnya.

Rahmawati menyatakan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah mengukur sejauh mana perkembangan kemampuan peserta didik setelah mengikuti pembelajaran Beut Kitab Bak Sikula selama dua jam pertama dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan pendidikan di sekolah-sekolah. Yang paling penting bukan siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kualitas peserta didik benar-benar meningkat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh dewan juri agar memberikan penilaian secara objektif dan profesional sesuai kemampuan masing-masing peserta.

“Saya berharap para juri benar-benar menilai secara profesional. Yang kita cari bukan sekadar juara, tetapi kualitas hasil pembelajaran anak-anak kita,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Panpel Fahrurrazi SE yang juga Sekdisdikbud Aceh Besar mengungkapkan, sebagai bentuk apresiasi, panitia telah menyiapkan sejumlah penghargaan bagi para juara berupa uang pembinaan, piala, medali, dan sertifikat.

“Walaupun hadiahnya tidak terlalu besar, kami berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Sertifikat prestasi juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Tgk Munawar, mengatakan penilaian difokuskan pada tiga kategori utama, yakni baca kitab Jawi, praktik ibadah, dan tulis Arab Jawi.

“Hari ini kami melakukan penilaian terhadap tiga kategori lomba. Mekanisme penilaian tentu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perlombaan. Namun yang paling penting adalah melihat keseriusan dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa penguasaan materi fardu ain secara menyeluruh tentu membutuhkan proses yang panjang. Namun, menurutnya, program Beut Kitab Bak Sikula telah menjadi fondasi penting dalam membangun pemahaman dasar keagamaan bagi peserta didik.

“Program ini menjadi pembelajaran dasar yang sangat baik bagi anak-anak. Ini merupakan model pendidikan Islam yang mampu menggerakkan generasi muda untuk lebih memahami ajaran agama sekaligus memperkuat implementasi syariat Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *