Pemerintah Aceh Lepas Tim Safari Ramadhan, Fokus Pemulihan Psikososial di Wilayah Terdampak Bencana

BERITA70 Dilihat

 

BANDA ACEH–Pemerintah Aceh kembali menggelar Safari Ramadhan sebagai upaya memperkuat ukhuwah dengan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. Pelepasan tim Safari Ramadhan berlangsung di Aula Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Jumat (27/2/2026).

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadhan tahun ini difokuskan pada daerah yang mengalami bencana. Selain mempererat silaturahmi, kehadiran tim diharapkan mampu memberikan dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat.

“Harapannya tausiah yang disampaikan juga berkaitan dengan upaya pemulihan psikososial atau trauma healing bagi masyarakat terdampak,” ujar M. Nasir.

Nasir menjelaskan, tim Safari Ramadhan terdiri dari pejabat Pemerintah Aceh, ulama, dan para dai. Mereka mengemban sejumlah tugas penting, di antaranya memperkuat nilai-nilai syariat Islam agar masyarakat tetap sabar dan tabah menghadapi cobaan, serta menyampaikan informasi terkait program-program Pemerintah Aceh tahun ini, terutama yang berkaitan dengan pemulihan pascabencana.

“Kita ingin masyarakat mengetahui apa saja yang akan kita laksanakan di tahun ini, khususnya dalam upaya pemulihan bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Yusrizal, mengatakan Safari Ramadhan akan berlangsung pada 1 hingga 4 Maret 2026 di 18 kabupaten/kota kawasan terdampak bencana di Aceh.

Pada pelaksanaannya, setiap masjid yang dikunjungi akan menerima bantuan lima sajadah panjang. Selain itu, Pemerintah Aceh juga akan menyerahkan santunan kepada anak yatim, dengan jumlah penerima paling sedikit 150 orang dan paling banyak 500 orang di setiap daerah yang dikunjungi.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Aceh berharap kehadiran tim Safari Ramadhan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar membawa semangat penguatan iman, kepedulian sosial, dan percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *