Pelajar Aceh Tembus Forum Internasional: SMAN 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi Jadi Duta Indonesia di KTT Tsunami Sendai

BERITA129 Dilihat

 

Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh. SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi (UGT) resmi ditunjuk oleh Kedutaan Besar Jepang untuk mewakili Indonesia dalam High School Student Youth Summit on World Tsunami Awareness Day 2025, sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Pelajar SMA se-dunia mengenai kesadaran dan penanggulangan bencana tsunami.

Kegiatan internasional bergengsi tersebut berlangsung pada 23–29 November 2025 di Kota Sendai, Jepang, yang berjarak sekitar 1 jam 24 menit dari Tokyo menggunakan kereta cepat.

Penunjukan delegasi ini merupakan hasil rekomendasi dari Dr. Muzailin Affan, M.Sc., Chairman of Office of International Affairs Universitas Syiah Kuala (USK), yang juga dosen Fakultas MIPA Informatika.

Menurut Muzailin, pemilihan SMAN 10 Fajar Harapan didasari rekam jejak prestasi sekolah yang kini berstatus sebagai salah satu SMA Unggul Garuda Transformasi KEMENDIKTI SAINTEK, termasuk dalam daftar 12 SMA Garuda Transformasi terbaik di Indonesia. Kepercayaan ini sekaligus menjadi bukti kualitas pendidikan Aceh yang mampu bersaing di level internasional.

Tiga siswa yang mewakili Indonesia dalam forum dunia tersebut adalah Putri Qania, Syaqila Farah Hanani, dan Fadhel Ramadhanna. Seluruhnya adalah siswa berprestasi dari kelas XI. Mereka berangkat didampingi langsung oleh Kepala SMAN 10 Fajar Harapan UGT, Dr. Anwar Amin, M.Ed.

Keberangkatan delegasi ini dilepas secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, yang memberikan sejumlah pesan penting untuk dipegang teguh selama berada di Jepang.

Dalam sambutannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa kehadiran pelajar Aceh di forum internasional adalah kesempatan besar untuk menunjukkan identitas dan martabat Indonesia, khususnya Aceh. Ia menitipkan pesan agar para siswa menyampaikan potret Aceh secara luas tentang sejarah kejayaan, peradaban, dan tokoh-tokoh besar yang melahirkan kebanggaan bangsa, seperti Laksamana Keumala Hayati yang dikenal dunia.

Teruskan berproses yang terbaik untuk masa depan Jadilah duta yang membawa nama baik bangsa,” pesan Kadisdik.

Di KTT tersebut, siswa SMAN 10 Fajar Harapan akan mempresentasikan peran komunitas pemuda dalam membangun literasi kebencanaan, khususnya kesadaran terhadap ancaman tsunami dan langkah-langkah penanggulangannya.

Mereka juga akan berdiskusi dan bertukar pengetahuan dengan pelajar dari 19 negara lainnya yang memiliki sejarah bencana alam besar. Forum ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan global dalam mengurangi risiko bencana di masa depan.

Kepala SMAN 10 Fajar Harapan, Dr. Anwar Amin, M.Ed., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh Kadisdik Aceh dan Dr. Muzailin Affan.

Pihak sekolah berkomitmen membimbing delegasi agar mampu menyisipkan nilai-nilai edukatif dan pesan Aceh dalam presentasi mereka. “Ini amanah besar bagi kami dan para siswa. Semoga kontribusi kecil dari Aceh dapat memberi makna besar dalam upaya global mengurangi dampak tsunami,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *