Nasir Djamil Apresiasi Kapolda Aceh Ruddi Setiawan: Hadapi Massa dengan Gentlemen dan Humanis

BERITA18 Dilihat

BANDA ACEH – Anggota Komisi III DPR RI, M. Nasir Djamil, memberikan apresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan atas sikapnya dalam menghadapi massa pada momentum Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026). Menurut Nasir, keberanian Kapolda Aceh turun langsung menemui masyarakat menjadi gambaran kepemimpinan yang mengedepankan dialog, ketenangan, dan pendekatan humanis di tengah situasi yang sensitif.

Nasir menilai langkah Ruddi Setiawan, yang baru beberapa pekan menjabat sebagai Kapolda Aceh, patut mendapat penghargaan. Di tengah kerumunan massa, Kapolda disebut memilih mendekat, berbicara langsung, dan berupaya menenangkan suasana agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Bagi Nasir, tindakan tersebut menunjukkan kepedulian seorang pemimpin terhadap keselamatan masyarakat sekaligus komitmen menjaga perdamaian Aceh.

“Inisiatif Kapolda Aceh Ruddi Setiawan berjalan sendiri tanpa pengawalan menemui dan berbicara langsung dengan masyarakat menunjukkan kepedulian dan keinginannya agar Aceh damai,” ujar Nasir Djamil. Menurutnya, keberanian berdialog langsung di tengah situasi yang tidak sepenuhnya terkendali merupakan langkah yang membutuhkan ketenangan, kepekaan, dan kemampuan membaca kondisi masyarakat.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum dan keamanan, Nasir berpandangan bahwa pendekatan humanis sangat penting ketika aparat berhadapan dengan massa dalam kondisi yang rawan. Menurutnya, tindakan yang persuasif dapat mencegah munculnya persoalan baru sekaligus menekan risiko benturan. “Menghadapi massa yang tidak terkontrol, maka cara humanis adalah pendekatan yang tepat dan berisiko rendah,” katanya.

Nasir juga mendorong Kapolda Aceh untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan TNI serta seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat. Soliditas lintas institusi dinilainya sangat diperlukan agar setiap potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin melalui komunikasi, deteksi dini, dan langkah bersama yang terukur.

“Soliditas antara TNI, Polri, pemerintahan lokal, pimpinan instansi vertikal, serta elemen masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menjamin Aceh tetap kondusif,” tegas Nasir. Menurutnya, keamanan dan perdamaian merupakan modal utama agar pembangunan dapat terus berjalan, aktivitas ekonomi berkembang, serta kesejahteraan rakyat Aceh semakin meningkat. Sikap Kapolda Aceh yang memilih hadir dan berdialog langsung dinilainya menjadi contoh bahwa ketegasan aparat dapat berjalan beriringan dengan pendekatan yang humanis dan menghormati masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *