Massa GRAM Datangi DPRA Tuntut Evaluasi Dana Otsus

BERITA314 Dilihat

BANDA ACEH – Massa aksi yang menamakan diri Gerakan Rakyat Menggugat (GRAM), gabungan dari mahasiswa Universitas Islam Negeri UIN Ar-Raniry dan Universitas Muhammadiyah Aceh, kembali berunjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Rabu, 7 Mei 2025.

Aksi tersebut kembali dilakukan lantaran sudah dua kali mereka gagal menemui Ketua DPRA, Zulfadhli, untuk menyampaikan aspirasinya.

“Kami kembali lagi ke sini karena sudah tiga kali tidak direspons oleh Ketua DPRA,” kata koordinator aksi, Mishbah, dalam orasinya.

Dalam aksinya, massa aksi menuntut agar anggota DPRA dapat segera mengevaluasi dana otsus khusus (Otsus), yang akan berakhir 2027 mendatang.

“Ini bukan saja tentang perpanjangan ataupun pemberhentian dana otsus, tapi kami minta evaluasi secara keseluruhan, termasuk menyangkut plot untuk masyarakat ini berapa persen,” kata Misbah.

Menurut Misbah jika dana otonomi khusus benar-benar berakhir, maka anggota dewan diminta menjelaskan bagaimana pembangunan Aceh tetap berjalan.

“Ada dana Otsus saja kita susah, apalagi jika tidak ada,” ujarnya.

Selain itu, massa aksi juga mendesak anggota dewan untuk mengevaluasi BPKS serta mengawasi janji Pemerintah Aceh atas kerusakan lingkungan dan jalan akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tangse.

“Kami minta realisasi segera, dalam empat hari ke depan tuntutan ini harus direalisasi,” katanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *