Ketua Umum PPA Serahkan Beasiswa di Pesantren Modern Al-Zahrah, Tegaskan Pentingnya Politik Bersih dan Pendidikan Tinggi untuk Aceh

BERITA6 Dilihat

Bireuen – Momen penuh keharuan dan inspirasi terjadi di Pesantren Modern Al-Zahrah, Beunyot, Bireuen, ketika Ketua Umum Partai Perjuangan Aceh (PPA), Prof Adjunct Dr Marniati, MKes, melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus menyerahkan beasiswa PPA dan program KIP Kuliah bagi para santri kurang mampu namun berprestasi.

Kunjungan ini disambut langsung oleh Pimpinan Pesantren Modern Al-Zahrah, Syech H. M. Fadhil Rahmi, Lc, MAg, beserta jajaran pimpinan dan dewan guru, dan menjadi perbincangan hangat di media sosial Aceh.

Turut hadir Dewan Pembina PPA, Bapak Dedi Zefrizal ST, Pimpinan Pesantren Modern Al-Zahrah Syech Fadhil Rahmi Lc MAg, Direktur Ustadz Irfan Effendi Siregar MA, Ustadz Zul Arafah, Sekjen dan Ketua Harian PPA beserta jajaran pengurus,

Dari Bantuan MAIPs Perlis ke Kerja Sama Pendidikan Jangka Panjang

Dalam sambutannya, Ketua Umum PPA menjelaskan bahwa kedatangan rombongan tidak hanya untuk serah terima bantuan dari Majlis Agama Islam dan Adat Istiadat Melayu Perlis (MAIPs) yang dikumpulkan dari Tabung Amal Masjid di Perlis dalam satu kali shalat Jumat, tetapi juga untuk membangun kerja sama strategis di bidang pendidikan. Ia menegaskan, PPA bersama UUI dan jaringan pendidikan lain ingin berperan aktif melahirkan generasi Aceh yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan kuat dalam akidah.

Beliau kemudian memperkenalkan kapasitasnya di dunia pendidikan: saat ini menjabat sebagai Rektor Universitas Deztron Indonesia di Medan sekaligus Ketua Yayasan Ubudiyah yang menaungi Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) di Banda Aceh. Ia menjelaskan, UUI telah dibina selama lebih dari dua dekade hingga menjadi salah satu universitas swasta terbaik di Aceh, dengan jaringan kerjasama internasional di Asia dan Eropa, serta berbagai program penguatan riset dan publikasi ilmiah.

Beasiswa KIP dan PPA untuk Santri, Pendidikan Tinggi Jadi Keharusan

Di hadapan para santri, Ketua Umum PPA mengumumkan kabar gembira: tahun ini santri Pesantren Modern Al-Zahrah yang berasal dari keluarga kurang mampu dalam kategori desil 1–5 berkesempatan memperoleh beasiswa KIP Kuliah dan beasiswa PPA untuk melanjutkan pendidikan S1 di UUI dan kampus terkait.

Beliau menegaskan bahwa di era sekarang, pendidikan tinggi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi generasi Aceh jika tidak ingin tertinggal. Ia mengingatkan bahwa dalam banyak bencana, seperti banjir maupun tsunami, sektor pendidikan sering menjadi yang paling terdampak sehingga perlu ada upaya serius untuk pemulihannya.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami untuk mendorong kebangkitan pendidikan Aceh,” ujarnya.

Ketua Umum PPA mengajak para santri memanfaatkan peluang beasiswa yang ditawarkan oleh PPA. Ia menggambarkan cita-cita lahirnya generasi santri yang hafal Al-Qur’an sekaligus menguasai sains, teknologi, dan ekonomi syariah sehingga mampu dan tampil sebagai dokter muslim, insinyur beriman, akademisi, dan pemimpin yang adil bagi Aceh di masa depan.

Iman sebagai GPS, Ilmu sebagai Kendaraan

Dalam bagian yang menyentuh, beliau menyampaikan bahwa para santri yang sedang belajar di pesantren adalah orang-orang terpilih, sementara masih banyak anak di luar sana yang bahkan tidak mampu menyelesaikan pendidikan hingga SMA. Karena itu, ia berpesan agar para santri tidak melupakan tujuan utama hidup, yaitu Allah SWT, sejauh mana pun mereka melangkah kelak.

Ia mengibaratkan iman sebagai kompas atau GPS penunjuk arah, dan ilmu sebagai kendaraan yang mempercepat seseorang sampai kepada Allah SWT.

Maka dari itu diingatkan santri jangan pernah putis asa terus lah belajar setinggi mungkin . jadilah pemimpin Aceh yang hebat

Karena Aceh butuh pemimpin yang berilmu. Beriman dan beradap diimasa akan datang .

Ketua Umum PPA menutup nasihatnya dengan ajakan agar para santri mulai dari hari ini lebih rajin belajar, menjaga ibadah seperti shalat malam, dan memperbanyak doa.

Ia menegaskan, PPA berkomitmen membantu penguatan pendidikan Islam modern melalui beasiswa, program pelatihan, hingga advokasi kebijakan, agar lulusan pesantren tidak hanya selesai di pondok, tetapi melanjutkan ke universitas dan menjadi kekuatan strategis bagi Aceh.

Pesan Syech Fadhil: Politik Bersih Kunci Kesejahteraan Rakyat

Pimpinan Pesantren Modern Al-Zahrah, Syech H. M. Fadhil Rahmi Lc MAg, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan program beasiswa yang digagas Ketua Umum PPA beserta jajaran. Ia menggarisbawahi pentingnya menghubungkan dunia pesantren, perguruan tinggi, dan politik dalam bingkai nilai-nilai Islam.

Syech Fadhil menegaskan bahwa politik yang bersih dan berintegritas adalah kunci tercapainya kesejahteraan rakyat. Menurutnya, jika para pemimpin lahir dari lingkungan pendidikan yang kuat iman dan ilmunya, maka kebijakan yang dihasilkan akan lebih berpihak pada keadilan dan kemaslahatan umat. Pernyataan ini sejalan dengan komitmen PPA yang tengah memperkuat fondasi organisasi dan mendorong partisipasi politik Aceh yang sehat dan konstruktif menuju pemilu mendatang.

Zikir Bersama dan Penutup Penuh Keberkahan.

Acara ditutup dengan zikir bersama yang dipimpin Ustadz Zul Arafah, tokoh yang dikenal luas di Aceh, sebagai bentuk pengharapan agar semua ikhtiar ini mendapat ridha Allah SWT dan membawa keberkahan bagi dunia pendidikan Aceh. Para santri, dewan guru, dan pengurus PPA larut dalam suasana khusyuk, mempererat ukhuwah Islamiyah antara keluarga besar pesantren dan PPA.

Di akhir sambutan, Ketua Umum PPA kembali menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat para pimpinan pesantren dan guru-guru yang dengan sabar mendidik anak-anak Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *