Ketua MPU Banda Aceh Ingatkan Pentingnya Menjaga Generasi dari Pergaulan Bebas

BERITA119 Dilihat

BANDA ACEH – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh, Tgk. Syibral Malasyi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan moral generasi muda di tengah meningkatnya kasus HIV/AIDS dan maraknya perilaku seksual berisiko.

Dalam seruannya, Syibral mengatakan meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di Banda Aceh harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, berdasarkan data yang telah disampaikan pemerintah daerah, jumlah kasus HIV/AIDS di ibu kota Provinsi Aceh itu telah mencapai lebih dari 900 kasus hingga pertengahan 2026, dengan mayoritas penderitanya berada pada usia produktif.

“Angka itu bukan sekadar statistik. Di balik setiap angka ada keluarga yang terdampak. Jangan sampai kita menganggap persoalan ini bukan urusan kita, karena bisa saja suatu saat keluarga kita yang merasakan dampaknya,” ujar Syibral, Jumat,17 Juli 2026.

Mengutip AJNN, Ia menegaskan, dalam ajaran Islam, Allah SWT tidak hanya melarang perbuatan zina, tetapi juga melarang segala bentuk perbuatan yang mendekatkan seseorang kepada zina sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 32.

Menurutnya, perilaku seksual berisiko umumnya diawali dari pergaulan tanpa batas, konsumsi pornografi, penyalahgunaan media sosial, pesta maksiat, minuman keras hingga penyalahgunaan narkoba.

“Pergaulan bebas bukan hanya merusak akhlak dan agama, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta masa depan generasi muda,” katanya.

Terkait perilaku homoseksual, ia menegaskan bahwa syariat Islam hanya membenarkan hubungan seksual antara laki-laki dan perempuan dalam ikatan pernikahan yang sah. Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tetap memperlakukan setiap orang dengan akhlak yang baik, tidak melakukan perundungan, dan mengedepankan pendekatan dakwah yang bijaksana.

“Tujuan dakwah bukan membenci orangnya, tetapi mengajak kepada jalan Allah dengan hikmah. Mereka tetap harus mendapat nasihat, dukungan keluarga, serta kesempatan untuk memperbaiki diri,” ujarnya.

Syibral juga menilai meningkatnya berbagai persoalan moral dipengaruhi oleh berkurangnya pengawasan orang tua terhadap anak, mudahnya akses terhadap konten pornografi, serta semakin besarnya pengaruh media sosial dalam kehidupan remaja.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak memperkuat peran keluarga, sekolah, dayah, masjid, pemerintah, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat dalam membangun ketahanan moral generasi muda.

Ia mendorong agar keluarga membiasakan salat berjamaah, menjalin komunikasi yang terbuka dengan anak, mengawasi penggunaan gawai dan media sosial, serta menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan remaja.

Selain itu, Syibral menekankan pentingnya edukasi mengenai pencegahan HIV melalui penghindaran perilaku berisiko, sekaligus memastikan masyarakat yang hidup dengan HIV tetap memperoleh layanan pengobatan dan dukungan tanpa stigma.

“Musuh terbesar generasi hari ini bukan hanya kemiskinan atau teknologi, tetapi ketika dosa dianggap biasa, maksiat menjadi gaya hidup, dan rasa malu mulai hilang. Mari kita selamatkan anak-anak kita dengan pendidikan agama, Al-Qur’an, dan kedekatan dengan masjid agar lahir generasi yang berakhlak mulia,” kata Syibral.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *