Kepala BNNP Aceh: Mahasiswa Harus Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba 

BERITA43 Dilihat

Meulaboh –  Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si, menegaskan mahasiswa harus tampil sebagai garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Aceh.

Penegasan itu disampaikan dalam kuliah umum pada sharing session bertema “Peran Strategis Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Penanggulangan Narkoba di Aceh” di Universitas Teuku Umar, yang diikuti sekitar 200 mahasiswa serta unsur pimpinan kampus.

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si, mengapresiasi kehadiran BNNP Aceh. Ia menekankan pentingnya penguatan pemahaman mahasiswa terhadap bahaya narkoba agar tidak hanya sadar, tetapi juga berani bersikap tegas menolak penyalahgunaan narkotika.

“Mahasiswa harus menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan edukasi dan membangun lingkungan kampus yang bersih dari narkoba,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Dedy Tabrani mengungkapkan kondisi Aceh masih berada dalam ancaman serius narkoba, termasuk keterlibatan jaringan internasional. Ia menyoroti dampak langsung narkoba terhadap generasi muda, khususnya mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change sekaligus kontrol sosial. Karena itu, mereka tidak cukup hanya menjaga diri, tetapi juga harus aktif menggerakkan kampanye anti-narkoba di tengah masyarakat.

“Mahasiswa adalah kekuatan intelektual dengan daya kritis tinggi. Mereka harus berada di garis depan untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dinamis dengan diskusi interaktif. Mahasiswa mengangkat berbagai isu, mulai dari maraknya peredaran narkoba di kalangan muda, modus jaringan, hingga langkah pencegahan yang efektif di lingkungan kampus.

Dedy mengapresiasi partisipasi tersebut dan mendorong mahasiswa meningkatkan literasi serta keberanian dalam melawan narkoba.

Ia juga mengajak seluruh elemen kampus memperkuat sinergi dengan BNN melalui edukasi berkelanjutan, kampanye, dan pembentukan relawan anti-narkoba di perguruan tinggi.

BNNP Aceh menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif mahasiswa, menjadi kunci untuk menekan peredaran narkoba di Aceh.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen kolektif mahasiswa sebagai pelopor gerakan anti-narkoba demi mewujudkan Aceh yang bersih dari narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *