Kawal Keamanan Takjil Selama Ramadan, BBPOM Aceh Bersinergi dengan Dinkes Aceh Barat

BERITA35 Dilihat

 

Meulaboh — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banda Aceh (BBPOM Aceh) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat menghadiri dialog dalam program Meulaboh Menyapa di RRI pada Kamis (26/02/2026). Dalam dialog ini Kepala BPOM Banda Aceh Bersama Dinas Kesehatan Aceh Barat memberikan hasil intentifikasi pengawasan takjil yang digelar sehari sebelumnya di sejumlah sentra jajanan, termasuk kawasan sekitar Masjid Agung Meulaboh, dengan melibatkan mobil laboratorium keliling untuk pengujian langsung di lokasi.

Kepala BBPOM Banda Aceh, Riyanto, menjelaskan bahwa lebih dari 30 sampel makanan dan minuman diambil untuk dilakukan uji cepat (rapid test). Sampel tersebut meliputi es buah, kue basah, mie, bakso, hingga minuman dengan warna mencolok yang kerap menjadi perhatian masyarakat.

“Sampel yang kami uji meliputi es buah, kue basah, mie, bakso, hingga minuman berwarna mencolok. Parameter uji mencakup boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B,” ujar Riyanto.

Ia menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengujian di lapangan, seluruh sampel yang diperiksa dinyatakan memenuhi syarat dan tidak mengandung bahan berbahaya. Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa dan berburu takjil untuk berbuka.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Aceh Barat, Nevi Mosri, menyampaikan bahwa pengawasan takjil merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Ramadan sebagai langkah preventif. “Kami ingin memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan higienis,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan, BBPOM Aceh dan Dinas Kesehatan Aceh Barat juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan makanan yang mencurigakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Melalui sinergi pengawasan ini, BBPOM Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan rasa aman dan nyaman, tanpa khawatir terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *