Genjot Investasi, Kadin Aceh Dorong Pemerintah Bangun Infrastruktur di KIA Ladong

BERITA12 Dilihat

BANDA ACEH – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Muhammad Iqbal, mendorong Pemerintah Aceh untuk membangun infrastruktur di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Mengingat sampai saat ini, kawasan itu dinilai masih minim sehingga berpotensi menghambat masuknya investasi.

“Padahal, sudah ada beberapa investor yang melalui Kadin menyatakan minat untuk berinvestasi di kawasan tersebut,” kata Iqbal kepada media pada Jumat, 6 Februari 2026.

Menurutnya, pemerintah diminta memfokuskan pembangunan sarana dan prasarana pendukung agar kawasan industri tersebut mampu menarik investor.

Sampai saat ini, Iqbal menyebut terdapat sejumlah investor yang telah menyatakan minat untuk menanamkan modal di kawasan tersebut. Namun, permasalahan logistik, khususnya transportasi laut, dinilai menjadi tantangan serius.

“Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam menarik investasi masuk ke KIA Ladong,” katanya.

Dia menilai aktivitas kapal yang masuk ke kawasan tersebut masih sangat terbatas. Pelabuhan Malahayati juga dinilai belum maksimal dalam mendukung distribusi logistik bagi investor yang akan beroperasi di KIA Ladong.

“Beberapa perusahaan asal China dikabarkan tertarik berinvestasi, khususnya di sektor rokok elektrik. Perusahaan tersebut berencana membangun pabrik di KIA Ladong dengan target pasar tidak hanya domestik, tetapi juga ekspor ke kawasan Timur Tengah, Eropa, dan Asia Selatan,” katanya.

Iqbal mengatakan KIA Ladong memiliki keunggulan lokasi yang strategis karena jaraknya lebih dekat dengan sejumlah pasar internasional. Investor disebut akan mendatangkan bahan baku dari luar, kemudian mengolahnya di Aceh sebelum didistribusikan ke berbagai negara tujuan ekspor.

Dia berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan perhatian serius melalui alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh atau APBA guna mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung di KIA Ladong.

“Masuknya investasi akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah, termasuk membuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *