Dosen Unimal Lhokseumawe : Pasca Banjir Aceh dan Pulau Sumatera, Pemerintah Diminta Tetapkan Status Darurat Nasional

BERITA351 Dilihat

 

Lhokseumaswe – Bencana banjir yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera dalam beberapa hari terakhir menimbulkan dampak sangat serius. Korban jiwa terus bertambah, infrastruktur utama rusak parah, serta ribuan rumah warga hancur diterjang arus banjir. Kondisi di lapangan juga menunjukkan menipisnya persediaan logistik dan ancaman kelaparan di beberapa titik pengungsian.

Taufik Abdullah, Dosen Universitas Malikussaleh,, dalam kapasitas pribadi, menyarankan Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga kemanusiaan atau relawan siaga bencana yang ada di Aceh khususnya, mendesak pemerintah pusat untuk menetapkan status Darurat Nasional, mengingat skala bencana telah melampaui kapasitas penanganan daerah dan memerlukan dukungan penuh secara nasional.

Tim Evakuasi Belum Memadai, Perlu Reaksi Cepat

Menurut amatan Taufik, hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terkendala keterbatasan personel relawan, minimnya armada penyelamatan, serta rusaknya akses jalan dan jembatan yang menghubungkan pusat logistik dengan wilayah terdampak.

Sejumlah daerah terisolasi karena sulitnya mobilisasi perahu karet, kendaraan taktis, dan alat berat. Kondisi ini membuat distribusi bantuan terhambat dan meningkatkan risiko keselamatan warga, jelas taufik. Karena itu. Pemerintah daerah perlu meminta penambahan segera tim SAR, relawan medis, helikopter evakuasi, dan kendaraan logistik untuk mempercepat penanganan darurat kata Taufik menegaskan.

Wilayah Pedalaman Paling Rentan

Kondisi di Aceh Utara dan Aceh Timur daerah-daerah pedalaman menjadi wilayah yang paling terdampak karena akses yang terputus total. Warga membutuhkan; bantuan makanan siap saji, air bersih, layanan medis pasca banjir. Kemudian, pembersihan fasilitas publik, seperti puskesmas, sekolah, kantor pemerintahan, dan pasar. Terpenting menurut Taufik suplai kebutuhan pokok yang harus segera dipulihkan.

Kondisi lingkungan yang masih tergenang juga meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti diare, infeksi kulit, dan demam berdarah, patut diantisipasi pasca banjir.

Seruan untuk Mobilisasi Bantuan Nasional

“Saya mengamati, melihat situasi yang semakin kritis, pemerintah daerah Aceh serta sejumlah lembaga kemanusiaan telah menyuarakan; “penetapan status Darurat Nasional agar mobilisasi bantuan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi”. Untuk itu, pengerahan alat berat dan perbaikan akses jalan untuk memperlancar distribusi bantuan segera dilakukan” tegas Taufik

Lanjutnya, penyediaan dapur umum dan pusat logistik di wilayah yang masih dapat dijangkau perlu diupayakan baik oleh warga terdampak sendiri, seterusnya pemerintah mendistribusikan bantuan ke basis-basis evakuasi warga, Taufik menjelaskan.

Peningkatan koordinasi dan solidaritas lintas kabupaten-kota di Aceh penting sekali untuk mempercepat alur bantuan, terutama tenaga relawan dan sumberdaya fasilitas dan sarana pendukung lainnya.

Tentu, adanya penglibatan unsur TNI, Polri, dan relawan nasional untuk memperkuat operasi evakuasi dan penanganan pasca banjir, apalagi jika ditetapkan dalam status darurat nasional, maka percepatan pemulihan pasca banjir dapat diupayakan bersama dan maksimal, jelas Taufik.

Taufik juga menyampaikan informasi bahwa seluruh Mahasiswa yang berada  Kampus Unimal dan sekitarnya saat ini sudah mengungsi dan terorganisir.

Jelasnya lagi, situasi di Aceh dan beberapa wilayah Sumatera masih sangat memprihatinkan pasca banjir. Perhatian penuh dari pemerintah pusat adalah niscaya. Status Bencana Nasional, upaya penyelamatan jiwa dan pemulihan akses logistik menjadi prioritas utama”, tutup Taufik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *