Dilantik 22 Juni 2026, Angkatan Muda-Mudi Perjuangan Aceh (AMMPA) Optimis Bantu Pecahkan Masalah Ekonomi Aceh

BERITA20 Dilihat

Banda Aceh – Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Mudi Perjuangan Aceh (DPP AMMPA) dikabarkan akan menggelar pelantikan pada 22 Juni 2026. Organisasi sayap Partai Perjuangan Aceh (PPA) yang dipimpin oleh tokoh pendidikan Aceh level internasional tersebut semakin gencar melakukan terobosan program pendidikan, sosial dan bisnis di kalangan anak muda se-Aceh, Selasa (02/06/2026).

Saat dijumpai insan pers, Ketua Umum PPA, Prof. Adjunct Dr. Marniati, S.E., M.Kes. menyampaikan kehadiran AMMPA senantiasa dapat menjadi rule model dalam upaya membenahi generasi muda Aceh agar memiliki kemampuan unggul dan memiliki kemampuan networking di panggung dunia.

“Saya menilai, dengan segala potensi kepemimpinan, minat dan bakat yang dimiliki DPP AMMPA, berpeluang tampil sebagai organisasi solutif untuk Aceh hari ini dan ke depannya. AMMPA akan diberikan akses networking internasional, baik dari sisi kolaborasi pendidikan dan teknologi digital hingga manajemen bisnis dunia modern. Kita keluarga besar PPA terus berusaha untuk kemaslahatan rakyat Aceh, kita bantu rakyat, kita ciptakan generasi unggul dari Aceh yang berdaya saing global.” ujar Ketum Partai PPA Marniati.

Sementara itu, Ketua Umum DPP AMMPA mengatakan AMMPA fokus melakukan terobosan yang menceragkan publik melalui program yang berorientasi mencerdaskan generasi bangsa, terutama generasi Aceh yang hari ini mengalami tantangan besar di sektor daya serap tenaga kerja, baik di kalangan sarjana dan pascasarjana, hingga kalangan tanpa menempuh pendidikan formal.

Menurut tokoh inspiratif generasi muda Aceh tersebut, adanya paradoks kekayaan alam yang dimiliki Aceh namun tak berbanding lurus dengan kesenjangan pendidikan dan ekonomi yang dialami oleh generasi muda Aceh maupun rakyat Aceh.

“Sebagai gerenasi muda Aceh, kita semua harus terpanggil, mewakafkan diri kita untuk mampu menciptakan solusi untuk rakyat Aceh. Kita optimis, melalui AMMPA dapat menjadi pelecut kemajuan Aceh bertupi-tupi dihantam dampak penyalahgunaan kekuasaan. AMMPA ingin bebaskan rakyat Aceh dan generasi Aceh jauh dari kata maraknya pengangguran, generasi Aceh tidak boleh lagi dibodohi dan ditipu. Kita punya keistimewaan politik, namun cenderung disalahgunakan, bukan digunakan untuk mensejahteraan rakyat Aceh” tegas Zulfata.

Menjelang pelantikan AMMPA, serangkaian kegiatan seperti seminar internasional Indonesia-Malaysia juga dilaksanakan pada 18 Juni 2026. Selanjutnya bertepatan dengan perayaan satu tahun PPA. Tidak terhenti di situ, program prestesius keluarga besar PPA tersebut juga akan mendatangkan pelatih bola asal Spanyol melalui program Akademi Sepakbola Spanyol Internasional Perjuangan Aceh (ASSIPA) yang berlangsung pada 19-23 Juni 2026. Rakyat Aceh akan terus diberikan kejutan oleh AMMPA melalui program pencerdasan publik lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *