Diam-Diam Bangun Imperium Pendidikan, Prof Marniati Ternyata Pemilik Dua Universitas di Aceh–Sumut

BERITA31 Dilihat

 

BANDA ACEH – Sosok Prof Adjunct Dr Marniati, S.E., M.Kes selama ini dikenal luas sebagai akademisi dan tokoh perempuan Aceh. Namun di balik kiprahnya di dunia pendidikan dan politik, tersimpan fakta menarik:

Ia merupakan pendiri sekaligus pemilik dua perguruan tinggi yang berkembang di Aceh dan Sumatra Utara. Perannya sebagai Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Banda Aceh telah menempatkannya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam pengembangan pendidikan tinggi di kawasan ini.

Perjalanan karier Prof Marniati berawal dari jenjang staf administrasi di STIKes Ubudiyah. Ketekunan dan visi besarnya membawa institusi tersebut bertransformasi menjadi Universitas Ubudiyah Indonesia, kampus yang kini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Aceh. Di bawah naungan Yayasan Ubudiyah, ia juga membangun ekosistem pendidikan terintegrasi melalui rumah sakit pendidikan dan unit usaha pendukung, memperkuat peran kampus dalam pelayanan masyarakat.

Ekspansi kiprah pendidikannya tidak berhenti di Aceh. Prof Marniati juga mendirikan Universitas Deztron Indonesia di Sumatra Utara, menandai langkah strategisnya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas di wilayah barat Indonesia. Kehadiran dua kampus tersebut menegaskan posisinya sebagai perempuan entrepreneur pendidikan yang berpengaruh dan visioner di tingkat regional.

Selain di dunia akademik dan bisnis, Prof Marniati kini memimpin Partai Perjuangan Aceh (PPA) sebagai ketua umum. Partai lokal tersebut membawa agenda politik bersih, pemberdayaan perempuan, serta penguatan pendidikan dan generasi muda.

Kombinasi peran sebagai rektor, pemilik universitas, pengusaha, dan pemimpin partai menjadikannya figur unik yang memadukan dunia pendidikan dan politik dalam satu arus perjuangan.

Dengan berbagai amanah yang diemban, Prof Marniati tetap konsisten menjadikan pendidikan sebagai fondasi perubahan sosial. Ia meyakini bahwa kemajuan Aceh dan Sumatra Utara hanya dapat dicapai melalui generasi berilmu, mandiri, dan berdaya saing. Jejak langkahnya membangun dua universitas menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan perempuan mampu melahirkan transformasi besar di sektor pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *