BANDA ACEH – Dekan FEBI UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Profesor Hafas Furqani, menyambut baik penetapan Fadhil Ilyas sebagai Dirut Bank Aceh Syariah. Menurutnya, langkah ini dapat meredam polemik tata kelola yang selama ini terjadi, sekaligus membuka peluang bagi Bank Aceh untuk lebih berperan sebagai motor pembangunan ekonomi daerah.
“Jadi ini dapat meredam kekisruhan yang terjadi beberapa waktu ini, sehingga Bank Aceh dapat fokus membenahi tata kelolanya agar operasional dapat berjalan sangat baik,” kata Profesor Hafas Furqani, Kamis, 11 September 2025.
Kehadiran ini, kata dia, juga momentum penting untuk memperbaiki tata kelola. Maka dari itu, Bank Aceh Syariah harus sehat secara keuangan, tetapi juga lebih aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif demi mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh.
“Harus lebih berperan dalam memainkan perannya sebagai motor penggerak pembangunan Aceh. Karena Bank Aceh menguasai hampir di atas 50 persen pangsa pasar di Aceh,” katanya.
Akademisi Ekonomi Syariah ini mengatakan Bank Aceh Syariah memegang dana yang cukup banyak dari masyarakat Aceh. Sehingga, dana ini dapat disalurkan dalam bentuk pembiayaan yang dapat menggerakkan sektor ekonomi Aceh, seperti industri, usaha, pertambangan, konstruksi, pariwisata, dan seterusnya.
Selama ini, perjalanan Bank Aceh dari segi kemampuan untuk menjaga nilai perusahaan, itu cukup bagus. Terutama dari segi perusahaan daerah. “Jadi ini tidak menimbulkan masalah, tidak membebani pemerintah atau APBA kita, dan justru mampu beroperasi secara baik,” katanya.
Namun, dia berharap Bank Aceh bisa bersaing dengan bank nasional. Misalnya, Bank Aceh masih belum menjadi bank devisa untuk bertransaksi secara internasional dengan bank-bank luar.
“Ini sedang dalam proses, harapannya segera diselesaikan, sehingga Bank Aceh mampu melebarkan sayapnya, bukan hanya di Aceh,” kata Profesor Hafas.(Ajnn)












