Debit Mata Ie Turun, PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Berlakukan Penghematan Air

BERITA18 Dilihat

ACEH BESAR – Memasuki awal musim kemarau, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Aceh Besar mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan air bersih secara bijak. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya penurunan signifikan debit air baku dari sumber Mata Ie akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala, Salman, mengatakan penurunan debit air baku mulai berdampak pada distribusi air bersih ke sejumlah wilayah layanan, khususnya kawasan padat penduduk.

“Debit pengambilan air baku dari Mata Ie sebelumnya berada di kisaran 150 liter per detik. Namun sejak awal Februari 2026 turun menjadi sekitar 120 liter per detik. Kondisi ini memaksa kami melakukan penyesuaian distribusi agar pelayanan tetap berjalan,” kata Salman seperti dikutip AJNN, Selasa, 3 Februari 2026.

Akibat penurunan debit tersebut, suplai air ke beberapa kecamatan seperti Darul Imarah, Darul Kamal, dan Peukan Bada mengalami pengurangan, terutama pada jam-jam puncak penggunaan air. PDAM meminta pelanggan di wilayah tersebut memahami kondisi yang terjadi dan ikut berperan aktif menghemat pemakaian air.

Salman menegaskan, PDAM Tirta Mountala tetap berupaya maksimal agar distribusi air tidak terhenti sepenuhnya, meski dengan debit terbatas.

“Total debit air yang dapat kami distribusikan saat ini hanya sekitar 40 liter per detik. Pengoperasian instalasi pengolahan air atau WTP dilakukan secara terbatas, disesuaikan dengan kondisi sumber air baku,” ujarnya.

Menghadapi situasi tersebut, PDAM Tirta Mountala mengimbau masyarakat untuk menampung air saat aliran masih lancar dan menggunakan air bersih secara efisien untuk kebutuhan prioritas.

“Kami mengharapkan kesadaran dan kerja sama seluruh pelanggan agar ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara optimal, terutama jika kondisi debit kembali menurun,” ujar Salman.

Selain penghematan, PDAM juga mengajak masyarakat yang bermukim di sekitar sumber air baku dan kawasan tangkapan air WTP Darul Imarah untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan. Menurut Salman, keberlanjutan pasokan air bersih sangat bergantung pada kondisi hutan dan ekosistem di sekitar sumber air.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan daerah resapan air, serta tidak melakukan penebangan liar, penggalian, maupun aktivitas eksploitasi ilegal di sekitar sumber air baku. Kelestarian lingkungan menjadi kunci utama keberlanjutan layanan air bersih,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berdampak pada ketersediaan air saat ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Aceh mulai memasuki awal musim kemarau sejak akhir Januari 2026. Meski intensitas kemarau masih tergolong rendah, sejumlah daerah telah mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH).

BMKG memprakirakan kondisi kemarau intensitas rendah ini akan berlangsung hingga Maret 2026, sebelum kembali diselingi hujan pada periode April hingga Juni. Namun demikian, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi, khususnya di wilayah pesisir barat Aceh.

Seiring kondisi tersebut, PDAM Tirta Mountala Aceh Besar mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini serta bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih di tengah penurunan debit sumber air baku.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *