Dari Edukasi hingga Aksi Nyata, BNNP Aceh Peringati HANI 2026 Bersama Forkopimda dan Generasi Muda

BERITA52 Dilihat

Banda Aceh  —bertepatan peringatan Hari Anak Nasional, 23 Juli 2026 – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh mengikuti Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting di Aula BNNP Aceh bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Tema yang diangkat *Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2026

Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda Plus Aceh, Wakil Wali Kota Banda Aceh, pimpinan instansi vertikal, perwakilan Pemerintah Provinsi Aceh, Akademisi USK dan UIN Ar Raniry, tokoh masyarakat, tokoh agama, penggiat anti narkoba, serta mahasiswa sebagai wujud komitmen bersama dalam mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diperingati setiap tanggal 26 Juni sebagai bentuk keprihatinan masyarakat dunia terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang terus berkembang dan semakin kompleks. HANI menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif, memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa, serta meneguhkan komitmen bersama dalam melindungi generasi muda dan menyelamatkan masa depan bangsa dari bahaya narkoba.

Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa tantangan pemberantasan narkotika saat ini memerlukan peran aktif seluruh komponen masyarakat.

“Ancaman narkotika tidak lagi mengenal batas wilayah, usia, maupun profesi. Oleh karena itu, HANI menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, dan generasi muda merupakan kunci dalam mewujudkan Indonesia, khususnya Aceh, yang Bersih dari Narkoba,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta mengikuti secara langsung rangkaian Puncak Peringatan HANI 2026 yang dipimpin oleh Kepala BNN RI. Pidato Presiden dalam rangka HANI disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Turut hadir Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yandri Susanto, dan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, perwakilan kementerian dan Lembaga, serta tamu undangan lainnya.

BNNP Aceh terus mengoptimalkan empat strategi utama, yaitu pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, dan penguatan kolaborasi. Berbagai inovasi terus dikembangkan melalui implementasi Desa/Gampong Bersinar, Ananda Bersinar, IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba), Fasilitator P4GN, pembentukan relawan dan penggiat anti narkoba, edukasi di lingkungan pendidikan, penguatan rehabilitasi berbasis masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor dalam mendukung P4GN.

Melalui momentum HANI 2026, BNNP Aceh mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk semakin peduli, berani menolak narkoba, dan aktif berpartisipasi dalam upaya pencegahan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan Aceh dapat menjadi daerah yang tangguh terhadap ancaman narkotika serta mampu mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Pada kesempatan tersebut, BNNP Aceh juga mengumumkan dan menyerahkan hadiah kepada para pemenang Lomba Video Reels Edukatif Mahasiswa Anti Narkoba se-Aceh yg merupakan bagian rangkaian peringatan HANI 2026. Juara I diraih oleh Quratul ’Aini dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK). Juara II diraih oleh Nayla Amanda Putri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK, sedangkan Juara III diraih oleh Jihan Nasywa dari Fakultas Hukum USK.

Sementara itu, Harapan I diraih oleh Teuku Raja Muhammad Israq Alief dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Teuku Umar (FISIP UTU), Harapan II diraih oleh Nur Hazizah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UTU, dan Harapan III diraih oleh Dinul Khatimah dari Universitas Abulyatama. Adapun Juara Favorit berhasil diraih oleh Nurusyafiqah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK.

Melalui kompetisi ini, BNNP Aceh berharap semakin banyak generasi muda yang memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan kampanye positif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Kreativitas mahasiswa diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk bersama-sama membangun lingkungan yang sehat, produktif, dan bersih dari narkoba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *