Dapur MBG di Simpang Mamplam Disegel Polisi, Pengelola Masih Diperiksa

BERITA22 Dilihat

BIREUEN — Satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Yayasan Bumi Produksi Gizi di Desa Meunasah Mamplam, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, disegel aparat kepolisian pada Jumat, 27 Februari 2026. Dapur tersebut sebelumnya memproduksi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan puluhan siswa keracunan.

Garis polisi terpasang di lokasi dapur untuk kepentingan penyelidikan. Aparat kepolisian terlihat masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yayasan hingga Jumat malam.

“Iya bang, tadi infonya untuk pemeriksaan,” kata Zamzami, perwakilan Yayasan Bumi Produksi Gizi seperti dikutip AJNN melalui pesan singkat, Jumat malam.

Zamzami menyebutkan dirinya bersama sejumlah pihak yayasan juga masih dimintai keterangan oleh penyidik. Ia mengaku belum memiliki data rinci terkait jumlah korban terbaru.

“Belum ada, soalnya kami masih diperiksa di Polres,” ujarnya.

Menurut dia, tim yayasan lainnya masih berada di lapangan untuk menangani korban.

“Orang yayasan masih di lapangan yang handle,” kata dia.

Ihwal penyebab dugaan keracunan, Zamzami mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti. Sampel makanan, kata dia, sedang diperiksa oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

“Belum keluar hasil. Kalau info semalam (Kamis malam), anak-anak makan bakso,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara detail dapur mana yang disegel karena akses masuk dibatasi aparat.

“Kami tidak diberi akses masuk,” kata Zamzami.

Terkait kondisi korban, Zamzami menyatakan pihak yayasan telah mengunjungi seluruh rumah sakit tempat siswa dirujuk.

“Pihak yayasan sudah kunjungi semua rumah sakit yang dirujuk. Banyak yang sudah pulang ke rumah masing-masing,” katanya. Adapun siswa yang masih menjalani rawat inap, menurut dia, terus didampingi.

“Yang rawat inap kami kawal terus kebutuhannya,” kata Zamzami.

Informasi terbaru dari tabel data yang media ini dapatkan, jumlah korban keracunan MBG di Simpang Mamplam berjumlam 129 siswa.

“Data dari rumah sakit 129 siswa. Sepertinya lebih, karena banyak yang belum terdata,” kata seorang sumber.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak di Kecamatan Simpang Mamplam diduga mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi paket MBG pada Kamis malam, 26 Februari 2026.

Kepala Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, mengatakan sedikitnya 13 anak didik telah dirawat di fasilitas kesehatan tersebut.

“Sekitar 13 orang lebih saat ini sudah dirawat di puskesmas kami. Korban terus bertambah,” ujar Suryani, Kamis malam.

Sebagian korban juga ditangani di Polindes Peuneulet. Karena keterbatasan kapasitas, sejumlah pasien juga dirujuk ke puskesmas lain.

“Ada yang dirujuk ke Puskesmas Pandrah, ada juga ke Samalanga,” kata Suryani.

Ia menyebutkan para siswa mulai berdatangan ke puskesmas setelah berbuka puasa. Mereka diduga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan pada sore harinya.

“Korban datang setelah berbuka. Mereka diduga keracunan usai mengonsumsi MBG,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kejadian serta menghitung jumlah pasti korban terdampak.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *