“Dalam FGD UIN Ar-Raniry” : Mawardi Nur Tegaskan Visi Besar PEMA, Dari Ekspor Kopi Hingga Pelayaran ke Penang”

BERITA296 Dilihat

BANDA ACEH – Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA), Mawardi Nur, tampil sebagai salah satu pemateri dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pasca 20 Tahun Perdamaian: Antara Janji, Fakta, dan Masa Depan Ekonomi Aceh” yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (07/09/2025).

Selain Mawardi, hadir pula sejumlah pemateri lainnya seperti Bapak Roby Kepala Biro Pembangunan Aceh, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, dan akademisi senior UIN Ar-Raniry Prof. Hafas.

Diskusi ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajang mencari formulasi baru untuk memperkuat arah pembangunan ekonomi Aceh ke depan.

Dalam pemaparannya, Mawardi Nur menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya alam Aceh secara maksimal untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyinggung keberhasilan Pemerintah Aceh, khususnya di bawah kepemimpinan Gubernur Muzakir Manaf (Mualem), yang berhasil mengembalikan empat pulau di Aceh Singkil.

“Pulau-pulau ini sangat strategis karena memiliki potensi gas bumi, tambang, serta hasil laut yang melimpah,” ujarnya.

Mawardi menguraikan bahwa dalam Empat bulan terakhir, PT PEMA telah berhasil menetaskan tujuh flagship projects yang siap beroperasi. Di antaranya pembangunan resmiling unit, pengelolaan hics integrity, hingga rencana ekspor sawit yang ditargetkan mencapai 20.000 ton.

Selain itu, PEMA juga sedang mempersiapkan ekspor kopi Aceh ke Amerika Serikat, serta memperluas relaksasi kondensor yang diharapkan bisa menopang pendapatan daerah.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kehadiran Crude Palm Oil (CPO) Processing Unit di Aceh. Selama ini, bahan baku minyak goreng masih bergantung pada pasokan dari Medan.

“Aceh harus mampu mandiri. Suatu saat kita bisa memproduksi minyak goreng sendiri di sini. Untuk itu, dibutuhkan regulasi berupa Perbup agar investor semakin percaya untuk menanamkan modalnya di Aceh,” katanya.

Selain sektor energi, PEMA juga menyambut baik kebijakan Gubernur Aceh terkait pelayaran langsung Banda Aceh Penang. Menurutnya, rute baru ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga peluang besar untuk barter dagang dan memperkuat jalur ekspor Aceh melalui Malaysia.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan koordinasi langsung di Penang untuk mematangkan rencana ini,” tambahnya.

Mawardi Nur mengingatkan mahasiswa Aceh untuk ikut terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Menurutnya, sumber daya alam Aceh sangat kaya, namun butuh dukungan generasi muda untuk mengawal pengelolaannya, Kantor PEMA terbuka untuk dialog dan aspirasi dari adik-adik mahasiswa,” serunya.

Paparan diskusi itu akhirnya ditutup dengan seruan Mawardi agar seluruh elemen masyarakat bersatu mendukung kepemimpinan Mualem dalam memajukan ekonomi Aceh.

“Dengan sinergi pemerintah, BUMD, mahasiswa, dan masyarakat, kita bisa memastikan Aceh tidak hanya kaya sumber daya, tetapi juga makmur dan sejahtera bagi rakyatnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *