ACEH TAMIANG – Ketua Cabang Gerakan Pemuda Ansor Aceh Tamiang, Adi Syahputra, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pengungsi pascabanjir di daerah itu tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Adi menyebutkan, klaim bahwa tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda justru menggores perasaan masyarakat yang masih bertahan di pengungsian saat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Pernyataan presiden tentang tidak ada lagi yang di tenda, sudah 100 persen pindah ke hunian sementara dan hunian tetap, itu keliru. Faktanya, masih banyak warga Aceh Tamiang yang berlebaran di tenda pengungsian,” kata Adi kepada seperti dikutip AJNN, Minggu, 22 Maret 2026.
Menurut dia, kondisi tersebut bukan keinginan warga, melainkan akibat situasi yang memaksa. Ia menyoroti lambannya pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) yang hingga kini belum rampung sesuai target.
“Ini bukan karena masyarakat ingin bertahan di tenda, tapi karena pembangunan huntara dan huntap berjalan lambat dan belum selesai,” ujarnya.
Adi juga mengungkapkan adanya temuan di lapangan terkait pembongkaran dan pemindahan tenda warga menjelang kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang.
“Sehari sebelum kunjungan presiden, ada tenda masyarakat yang dibongkar dan dipindahkan,” kata Adi.
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan pemerintah lebih mementingkan citra di hadapan kepala negara dibanding pemenuhan hak dasar warga terdampak bencana.
“Jangan hanya fokus pada pencitraan, sementara hak masyarakat untuk mendapatkan hunian belum terpenuhi,” tegasnya.
Adi mendesak pemerintah agar menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik dan tidak mengulang pernyataan yang dinilai tidak sesuai fakta.
“Kami mendorong pemerintah berkata jujur. Kami melihat langsung di lapangan, masih banyak warga yang berhari raya di tenda,” ujarnya.
Ia juga menyinggung adanya informasi yang disampaikan kepada presiden terkait kondisi di Aceh Tamiang. Menurutnya, kepala negara perlu memastikan kebenaran informasi tersebut secara langsung.
“Kami mengajak presiden untuk datang kembali dan melihat sendiri ke pelosok-pelosok. Masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda. Huntara saja belum selesai, apalagi huntap,” kata Adi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabanjir di Aceh Tamiang telah berjalan signifikan.
Pernyataan itu disampaikan usai melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara Aceh Tamiang, Sabtu, 21 Maret 2026.
“Di tenda sudah tidak ada lagi, 100 persen. Semua sudah keluar dari tenda, masuk ke hunian sementara ataupun hunian tetap sudah mulai,” kata presiden di hadapan awak media.(AJNN)












