Angin Kencang Terjang Aceh Utara, 58 Unit Huntara dan Satu Tempat Ibadah Rusak

BERITA14 Dilihat

ACEH UTARA – Angin kencang yang melanda Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, menyebabkan puluhan hunian sementara (huntara) mengalami kerusakan pada Selasa (2/6/2026) sore. Sedikitnya 58 unit huntara dan satu unit tempat ibadah terdampak akibat cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba.

Berdasarkan laporan Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.10 WIB dan menerjang sejumlah gampong di Kecamatan Langkahan, yakni Gampong Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan.

Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, ST, MT, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa tim penanganan masih bekerja di lapangan untuk melakukan pendataan serta membantu warga terdampak.

“Benar, telah terjadi angin kencang di Kecamatan Langkahan yang mengakibatkan kerusakan pada sejumlah huntara di wilayah tersebut. Saat ini tim masih melakukan penanganan dan pendataan di lapangan,” ujar Bahron Bakti, Rabu (3/6/2026).

Data sementara menunjukkan kerusakan paling banyak terjadi di Gampong Rumoh Rayeuk. Dari total 36 unit huntara yang terdampak, sebanyak 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit lainnya rusak ringan.

Sementara di Gampong Buket Linteung, tepatnya di Dusun Leubok Meuku, tujuh unit huntara mengalami rusak berat. Selain itu, satu unit tempat ibadah juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terpaan angin.

Di Gampong Geudumbak, sebanyak 10 unit huntara terdampak, terdiri atas empat unit rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan. Sedangkan di Gampong Langkahan, lima unit huntara mengalami rusak ringan.

Meski menyebabkan kerusakan cukup signifikan pada bangunan, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun demikian, jumlah warga terdampak dan pengungsi masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

BPBD Kabupaten Aceh Utara telah mengerahkan personel untuk melakukan asesmen, pendataan kerusakan, serta membantu warga membersihkan material bangunan yang berserakan akibat terjangan angin.

Menurut laporan petugas, kondisi cuaca di wilayah terdampak saat ini telah berangsur normal. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan juga telah mengevakuasi barang-barang berharga ke lokasi yang lebih aman sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan cuaca buruk susulan.

BPBA mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama pada masa peralihan musim yang ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan sulit diprediksi.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *