A. Malik Musa Soroti Antrean Panjang SPBU, Pemerintah Diminta Segera Hadirkan Solusi Konkret

BERITA43 Dilihat

Banda Aceh – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, S.H., M.Hum., menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ia meminta pemerintah dan Pertamina segera menghadirkan solusi konkret karena kelangkaan solar dan Pertalite telah mengganggu aktivitas masyarakat serta berpotensi memutus mata rantai perekonomian. (4 Agustus 2026)

Malik mengatakan sebagian warga terpaksa menghabiskan waktu hampir satu hari untuk mengantre. Namun, ketika giliran mereka mendekati pompa pengisian, petugas menyampaikan bahwa stok solar telah habis. Kondisi tersebut memaksa masyarakat kembali datang dan mengantre sejak pagi pada hari berikutnya tanpa memperoleh kepastian akan mendapatkan BBM.

“Masyarakat sudah mengorbankan waktu sehari penuh untuk mengantre, tetapi ketika sampai di SPBU, minyak solar sudah habis. Besok pagi mereka kembali mengantre. Situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan terus berlangsung tanpa penjelasan dan kepastian,” ujar A. Malik Musa.

Menurutnya, pemerintah perlu menyampaikan secara terbuka penyebab antrean panjang dan terbatasnya pasokan BBM. Apabila persoalannya terletak pada kekurangan pasokan, kapasitas penampungan, atau jumlah fasilitas pengisian, maka pemerintah bersama Pertamina harus segera melakukan penambahan dan memperbaiki pola distribusi.

Malik menegaskan, kepastian ketersediaan BBM juga sangat dibutuhkan para nelayan untuk melaut dan mencari ikan. Tanpa solar, nelayan tidak dapat menjalankan aktivitasnya, sementara pasokan ikan, pendapatan keluarga, transportasi umum, kegiatan pertanian, distribusi barang, dan berbagai usaha masyarakat ikut terdampak.

Karena itu, ia meminta Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, Pertamina, dan instansi terkait segera mengambil langkah terukur untuk menormalkan distribusi dan mengurai antrean. “Jangan sampai persoalan BBM menimbulkan keresahan dan gejolak sosial. Pemerintah harus menjamin pasokan, memberi kepastian kepada nelayan dan masyarakat, serta memastikan roda ekonomi tetap berjalan,” tegasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *